Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Kapolsek Waru Kompol Saibani dan Kanit Reskrim Iptu Untoro saat tunjukan tersangka serta barang bukti. (Rizal,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Unit Reskrim Polsek Waru berhasil ungkap residivis pengedar barang haram jenis Sabu pada hari Kamis (8/8) lalu. Tersangka Dwi Candra (34) warga asal jalan Letjen Suprapto, Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember itu berhasil dibekuk petugas ditempat kosnya di jalan letjen sutoyo Desa Medaeng, Kecamatan waru Sidoarjo sekitar pukul 14:30 wib.

Penangkapan pelaku tersebut bermula dari info masyarakat bahwa ada seseorang yang dengan sengaja menyimpan dan menggunakan serbuk putih diduga Sabu. Selanjutnya petugas unit reskrim Polsek Waru melakukan penyelidikan ke lokasi yang dimaksud, sesampainya petugas benar mendapatkan orang dengan ciri-ciri khusus dan selanjutnya dilakukan penggeledahan.

Kapolsek Waru Kompol Saibani di dampingi Kanit Reskrim Iptu Untoro menyampaikan, pada saat di lakukan penggeledahan awalnya petugas tidak menemukan apa-apa. Namun, anggota tidak menyerah dengan sigap, cerdas dan tanggap petugas akhirnya mencurigai isi kardus kemasan Obat Parem Kocok didalam lemari tersangka yang isi kristal warna putih diduga narkotika jenis Sabu.

"Saat dilakukan penggeledahan, petugas berhasil menemukan barang bukti sebanyak 19 poket siap edar dengan total 13,84 gram sabu yang disimpan di tempat obat di dalam lemari tersangka," ucap, Kapolsek Waru Kompol Saibani pada memojatim hari Selasa (13/8) di halaman Mapolsek Waru.

Lebih jauh mantan Kapolsek Buduruan ini mengungkapkan bahwa, sebelumnya pelaku baru dua bulan bebas dari Lapas Porong dengan kasus yang sama.

"Tersangka ini merupakan residivis kambuhan terkait kasus yang sama. Bahkan, tersangka baru 2 bulan keluar dari Lapas Porong, dan dia tertangkap Polisi di daerah Gayungan, Surabaya,"ungkapnya.

Sementara Kanit Reskrim Iptu Untoro menambahkan, dihadapan petugas tersangka mengaku berprofesi sebagai sopir angkot sekaligus jual Sabu.

"Didepan petugas tersangka mengaku barang haram didapat dari temanya yang hendak diedarkan dikawasan Medaeng,"pungkasnya.

Kini atas perbuatanya pelaku bakal dijerat pasal 112 (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (Az/rif)

Posting Komentar