Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa Abdul Aziz saat duduk dikursi pesakitan Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Direktur CV Amor Palapa, Abdul Aziz mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya. Pasalnya, proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri Ketapang, Kabupaten Sampang, ambruk itu setelah dinyatakan rampung pembangunannya dengan kurun waktu sekitar kurang dari dua bulan.

Dalam perkara ini Kejaksaan Negeri Sampang menyidangkan satu terdakwa Abdul Aziz selaku rekanan pemilik CV Amor Palapa. Dalam surat dakwaan yang dibaca dipersidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang, Muhammad Hasan menyampaikan, bahwa akibat perbuatan terdakwa Abd Aziz selaku  Direktur CV Amor Palapa bersama-sama dengan saksi Mastur Kiranda dan saksi Noriman (tersangka berkas terpisah/splitsing) telah merugikan keuangan negara sebesar Rp. 134.800.000., (seratus tiga puluh empat juta delapan ratus ribu rupiah).

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) UU No.31 tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,"terang, JPU Muhammad Hasan dikutip memojatim dalam persidangan yang diketuai oleh Hisbullah Idris selaku Hakim Ketua di Pengadilan Tipikor Surabaya hari Selasa (27/8).

Selain itu Jaksa juga mendakwa terdakwa subsidiair, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana 7 ayat (1) huruf a jo pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) UU No.31 tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang  Republik Indonesia Nomor 31 tahun tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Ditemui memojatim usai persidangan JPU Muhammad Hasan mengungkapkan, kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang, Madura dengan nilai total anggaran Rp134 juta ini, bermula ketika CV Amor Palapa milik terdakwa Abd  Aziz dipinjam oleh saksi Mastur Kiranda untuk kepentingan yang berkaitan dengan legitimasi memperoleh dan menjadi pelaksana proyek.

Selanjutnya Direktur CV Amor Palapa Abd Aziz diberi uang senilai Rp2,5 juta karena telah meminjamkan CV-nya, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan di wilayah itu. Saksi Mastur Kiranda berhasil menjadi pelaksana proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang berkat pinjam nama CV milik terdakwa.

Namun, dalam perkembangannya, saksi Mastur Kiranda tidak mengerjakan sendiri proyek tersebut melainkan masih disubkontrakkan kepada kontraktor lainnya yakni, saksi bernama Noriman.

Selanjutnya, saksi Mastur Kiranda tidak menyerahkan biaya proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang itu, sepenuhnya, yakni Rp134 juta kepada Noriman. Ia hanya menyerahkan uang Rp75 juta. Berikutnya, saksi Noriman mengerjakan proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu, sesuai dengan anggaran yang diterimanya. Hasilnya, gedung RKB tersebut ambruk tak lama setelah dinyatakan tuntas dan selesai pembangunannya.

Jaksa Muhammad Hasan juga menambahkan, dalam perkara ini juga menyeret dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sampang sebagai tersangka yakni, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sampang, JR (inisial) dan Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) R (inisial).(rief)


Posting Komentar