Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Binti Rochma saat penuhi panggilan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya. (Arief,memojatim)

Surabaya-Memo. setelah mangkir pada panggilan pertamanya, kini ini anggota DPRD Surabaya Binti Rochma penuhi panggilan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya pada hari Jumat (16/8). Legislator dari Partai Golkar ini datang setelah Kejaksaan Negeri Tanjung Perak melayangkan surat panggilan kedua kalinya terhadap perempuan berkacamata itu. Panggilan kali kedua tersebut juga ditujukan pada rekan Binti Rochma yang lain yakni, Ratih Retnowati dari Partai Demokrat, Dini Rinjani dari Partai Demokrat dan Saiful Aidy dari Partai PAN namun lagi-lagi ketiganya kembali mangkir atas panggilan tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.

Pemanggilan terhadap 4 anggota DPRD Surabaya tersebut atas dugaan keterlibatanya dalam perkara kasus korupsi dana hibah Pemkot Surabaya yang dikucurkan melalui program Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) tahun 2016 lalu.

Dari pantauan memojatim Binti Rochma datang memasuki kantor Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya didampingi oleh Sudiman Sidabuke selaku Penasehat Hukum (PH) nya sekitar pukul 09:00 wib dan langsung menuju ke ruang penyidik Pidana Khusus (Pidsus).

Selama pemeriksaan berlangsung anggota Komisi D DPRD Surabaya Binti Rochma baru sekitar pukul 16:00 wib dinaikan statusnya dari saksi menjadi tersangka olen penyidik Kejaksaan.

Selanjutnya pada pukul 17:30 wib Binti Rochma digelandang ke mobil tahanan dan dilakukan penahan ke Cabang Rutan Kelas I Surabaya di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Rachmad Supriady menyampaikan, penetapan sebagai tersangka ini dilakukan berdasarkan dua alat bukti yaitu bukti surat dan keterangan saksi.

"Setelah kami periksa sebagai saksi, Penyidik meningkatkan status yang bersangkutan sebagai tersangka dan menahan tersangka Binti Rochma selama 20 hari kedepan untuk kepentingan penyidikan,"tutur Rachmad Supriady saat dikutip memojatim.

Masih kata Rachmad, tersangka (Binti Rochma) dalam kasus ini berperan sebagai penampung 42 proposal Jasmas dari terdakwa Agus Setiawan Tjong (sudah divonis, berkas berbeda). 

"Tersangka diduga ada kesepakatan dengan terdakwa (Agus Setiawan Tjong)
selaku pelaksana maupun kordinator jasmas, akan kami buktikan di persidangan,"tegas Kejari Tanjung Perak, Rachmad Supriady.

Dalam perkara ini, Binti Rochma dijerat melanggar pasal 2 Jo Pasal 3 UU Tipikor, Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Sementara Binti Rochma saat keluar dari ruang Pidsus enggan menjawab pertanyaan sejumlah media yang telah menunggu sejak pagi, dan lebih memilih buru-buru memasuki mobil tahanan.

Sebelumnya penyidik Kejaksaan Negeri Tanjung Perak juga telah melakukan penahanan terhadap anggota dan Wakil Ketua DPRD Surabaya yakni Sugito dan Darmawan (Aden) atas dugaan penyimpangan dana hibah dengan modus pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya yakni, pengadaan Kursi Chrom, Terop, Kursi Plastik,  Gerobak Sampah, Meja, Sound System, dan Tempat Sampah.

Dari sini ditemukan proyek pengadaan program Jasmas yang dianggarkan dari APBD tahun 2016 itu ada kerugian negara senilai Rp 5 miliar oleh tim audit BPK Jatim atas adanya selisih angka satuan barang. (rif)


Posting Komentar