Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : kotoran dampak dari tempat selepan dan Dryer padi mengotori rumah warga. (Arief,memojatim)

Nganjuk-Memo. Keberadaan tempat mesin Selepan dan Dryer padi di Desa Mancon, Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk Jawa Timur dikeluhkan warga. Pasalnya, tempat penggilingan padi tersebut berada di tengah-tengah pemukiman warga yakni di Dusun Manggarejo RT 03 RW 02 Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Nganjuk tersebut menimbulkan pencemaran udara dan lingkungan yang mengakibatkan warga setempat sesak nafas dan batuk.

Selain itu, hampir setiap hari rumah-rumah warga yang berada disekitar tempat Selepan dan Dryer padi itu kotor akibat asap yang ditimbulkan dari tempat penggilingan itu masuk ke rumah warga. Bahkan tidak jarang asap yang ditimbulkan dari Selepan dan Dryer padi itu bercampur makanan warga yang ditaruh dimeja makan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Sukari (52) warga terdampak dari adanya keberadaan tempat pegilingan tersebut, "Debu langesnya kalau kena mata pedes (perih) dan masuk rumah jadi kotor sampai ke dinding, perabotan rumah serta nafas sesek (sesak) sakit dada,"ujar, Sukari saat dikutip oleh memojatim.

Hal yang sama juga disampaikan warga yang lain Sholihah (50) warga terdampak menyatakan, bahwa keberadaan tempat penggilingan itu sudah lama ditolak warga setempat selain mencemarkan lingkungan juga menimbulkan kebisingan yang mengakibatkan menggangu ketenangan warga baik warga yang sedang menjalankan ibadah juga istirahat, "warga merasa terganggu karena kebisingan suara yang dimunculkan dari tempat penggilingan itu baik saat menjalankan ibadah atau pun istirahat,"ucap Sholihah.

Sementara Kades Mancon Junadi saat dikonfirmasi melalui Telephonnya atas tempat penggilingan padi yang dikeluhkan warga enggan menjawab, seakan tidak mau tau apa menimpa warganya. (arief)

Posting Komentar