Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Hazmi Azhari dan Fedryan Ariesandi saat diruang Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Dua terdakwa  
Hazmi Azhari dan Fedryan Ariesandi 
pengemplang dana APBD II tahun 2018 yang seharusnya diperuntukan untuk perawatan jalan di Dusun Sonok Desa Karang Tengah, Kecamatan Nonggunong Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep Jawa Timur mengikuti proses persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Rabu (3/7). Sidang yang digelar diruang Cakra dengan agenda pemeriksaan terdakwa tersebut diketuai oleh Cokorda Gede selaku Hakim Ketua. Dalam persidangan, dua terdakwa juga dimintai keterangan sebagai saksi setelah menjalani proses sumpah.

Dihadapan majelis hakim saksi yang juga terdakwa Fedryan Ariesandi 
mengakui semua pertanyaan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sumenep Hari, seputaran kucuran dana dan pemilik CV Tiga Putri sebagai rekanan pemenang tender proyek pembangunan pemeliharaan jalan Dusun Sonok.

"Saksi, apakah benar saudara pemilik CV Tiga Putri,"tanya, Jaksa, Hari pada terdakwa diruang sidang.

Namun, saat tiba memintai keterangan saksi ke dua yakni, Hazmi Azhari yang juga terdakwa dalam perkara ini soal kemana aliran uang yang telah dicairkan melalui Bank Jatim saksi (terdakwa) tidak bisa menjawab semestinya atas kerugian negara senilai Rp277.626.000 juta oleh majelis hakim.

Hakim Ketua Cokorda Gede dalam persidangan mempertanyakan kemana larinya sisa uang yang telah dicairkan 30 persen dari nilai kontrak sebesar Rp 925.420.000 dari pagu anggaran sekitar Rp 1 miliar tersebut. 

"Kemana sisa uang sekitar Rp150 juta itu kan masih banyak sisanya,"tegas, Hakim Ketua Cokorda Gede pada terdakwa.

Saksi (terdakwa) mengaku uang 30 persen yang diterimanya sebagian telah dibelanjakan bahan aspal sekitar Rp50 juta, "sebagian telah dibelanjakan bahan aspal yang mulia,"dalih, terdakwa Hazmi Azhari.

Usai dimintai keterangan sebagai saksi, sidang dilanjut dengan pemeriksaan terdakwa.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Hazmi Azhari dan Fedryan Arisandi diketahui adalah Direktur di CV Tiga Putri selaku pemenang tender dan telah menerima uang muka pekerjaan pemeliharaan jalan di Dusun Sonok, Desa Karang Tengah, Kecamatan Nonggunong Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep sebesar Rp 277.626.000 juta dari nilai kontrak sebesar Rp 925.420.000 dari pagu anggaran sekitar Rp 1 miliar atas dana yang dikucurkan dari APBD II tahun 2018.

Namun, dalam pelaksanaannya uang muka yang diterima tidak dipergunakan untuk pembelian barang. Akibatnya proyek pekerjaan tersebut mangkrak dan diputus kontrak.

Hingga selesai persidangan, sidang kembali akan digelar dua pekan akan datang dengan agenda tuntutan.(arief)

Posting Komentar