Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : sidang terdakwa mantan Wakil Walikota Probolinggo, Suhadak di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang lanjutan perkara kasus korupsi Gedung Islamic Center jilid II mantan Wakil Walikota Probolinggo, Suhadak kembali digelar diruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya di jalan raya Juanda Sidoarjo hari Senin (8/7). Sidang dengan agenda  tanggapan jaksa tersebut berjalan sangat cepat dengan pembacaan tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo.

Dalam persidangan Jaksa menanggapi dua poin yang dinilai tidak tepat dan tidak benar oleh tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa pada sidang sebelumnya, yang pertama proses mark up tidak benar dan saksi ahli yang dihadirkan oleh JPU  tidak berkompeten dan tidak bersertifikat menurut penasehat hukum terdakwa.

JPU Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo, Caprian Caesar menyampaikan bahwa, sejak awal proses yang kami lakukan terkait ditemukan adanya mark up itu sudah sesuai Standart Opersaional Prosedur (SOP) dan saksi ahli yang kami hadirkan juga sesuai dengan keahliannya dan keilmuanya.

"kita mengagap tim ahli kita berkompeten sesuai keahlian dan ke ilmuannya, terus yang mark up sudah sesuai peraturan yang benar,"tutur, Kasi Pidsus Kejari Kota Probolinggo, Ceprian Caesar saat dikutip memojatim.

Sekedar diketahui terdakwa mantan Wakil Walikota Probolinggo, Suhadak tengah menjalani hukuman dalam kasus korupsi korupsi DAK Pendidikan tahun anggaran 2009 dan sudah divonis 5 tahun penjara.

Sementara dalam kasus ini terdakwa Suhadak dituntut pidana penjara selama 6 tahun 6 bulan dan membayar denda sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) subsider 3 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp 775.446.730.755 bilamana uang pengganti tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun 3 bulan oleh Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo. (Arief)

Posting Komentar