Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : sidang putusan Pungli Kepala Sekolah SMPN Tulungagung. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Eks Kepala Sekolah SMPN Tulungagung, terdakwa Eko Purnomo memasuki babak baru yakni sidang agenda pembacaan tuntutan dari jaksa Kejaksaan Negeri Tulungagung pada hari Senin (29/7) di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya dijalan raya Juanda Sidoarjo.

Dalam persidangan pria berkacamata terdakwa Eko Purnomo itu dengan menggunakan baju hem lengan panjang warna abu-abu nampak seksama mendengarkan tuntutan yang dibaca 
Jaksa Penuntut Umum (JPU).

JPU Sutan Takdir saat membacakan tuntutan menyampaikan, dalam fakta persidangan terungkap bahwa terdakwa yang memerintah pungutan atas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN 2 Tulungagung tahun 2017. Terdakwa dituntut kurungan pidana selama dua tahun enam bulan denda Rp 50 juta subsider enam bulan.

"Terdakwa dijatuhi tuntutan pidana 2 tahun enam bulan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan,"ucap, JPU Sutan Takdir dikutip memojatim.

Masih lanjut Sutan, terdakwa terbukti yang memerintah atas pungutan tersebut melalui WhatsApp nya dan itu diakui oleh terdakwa saat penyidikan maupun dalam persidangan. Hal yang memberatkan terdakwa, tidak mendukung program pemerintah atas program pemberantasan korupsi dan hal yang meringankan terdakwa tidak pernah melakukan tindak pidana dan mempunyai anak dan istri yang harus ditanggung.

Sebelumnya, kasus ini berhasil diungkap bermula adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Tulungagung sekaligus Ketua Panitia PPDB, Rudy Bastomi (44) dan Supraptiningsih (56) selaku Kepala Sarana Prasarana (Sarpras) oleh Polres Tulungagung pada tahun lalu dan keduanya sudah divonis masing-masing Rudy Bastomi dihukum 1,2 tahun dan Supraptiningsih dihukum 8 bulan. Dalam rentetannya terungkap bahwa pungutan tersebut atas perintah terdakwa Eko Purnomo. (arief)

Posting Komentar