Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : dua terdakwa saat mendengarkan tuntutan jaksa di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang lanjutan perkara korupsi pemeliharaan jalan Dusun Sonok, Desa Karang Tengah, Kecamatan Nunggunong Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep Jawa Timur memasuki sidang pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sumenep. 

Dalam tuntutannya jaksa menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi dan menghukum terdakwa Hazmi Azhari pidana penjara selama 6 tahun sedangkan untuk terdakwa Ferdyan Arisandi 4 tahun penjara dengan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan serta diwajibkan mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 247.400.000 juta subsider 1 tahun kurungan, uang pengganti akan ditanggung renteng oleh dua terdakwa.

"Hal yang memberatkan terdakwa tidak adanya upaya pengembalian uang negara,"tutur, Jaksa Edi dikutip memojatim hari Rabu (24/7).

Usai pembacaan tuntutan oleh jaksa sidang yang diketuai Cokorda Gede selaku Hakim Ketua memberikan kesempatan 1 Minggu pada tim kuasa hukum terdakwa untuk menyampaikan nota keberatannya atas tuntutan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Hazmi Azhari dan Fedryan Arisandi diketahui adalah Direktur di CV Tiga Putri selaku pemenang tender dan telah menerima uang muka pekerjaan pemeliharaan jalan di Dusun Sonok, Desa Karang Tengah, Kecamatan Nonggunong Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep sebesar Rp 277.626.000 juta dari nilai kontrak sebesar Rp 925.420.000 dari pagu anggaran sekitar Rp 1 miliar atas dana yang dikucurkan dari APBD II tahun 2018.

Namun, dalam pelaksanaannya uang muka yang diterima tidak dipergunakan untuk pembelian barang. Akibatnya proyek pekerjaan tersebut mangkrak dan diputus kontrak. (arief)

Posting Komentar