Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : aktifitas pendistribusian BBM Pelabuhan Perikanan Mayangan. (Arief,memojatim)

Probolinggo-Memo. Pelabuhan Perikanan Probolinggo dibangun dan diresmikan oleh pemerintah sejak tahun 2000 silam. Hingga perkembanganya pada tanggal 23 Mei tahun 2014, Gubenur Jawa Timur menetapkan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Mayangan dirubah menjadi Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan (UPT PP) Mayangan Kota Probolinggo. 

Seiring waktu masyarakat kota Probolinggo khususnya dibidang nelayan ikan berkembang pesat. Bahkan, Pelabuhan Perikanan (PP) Mayangan, Probolinggo menjadi salah satu ikond pelabuhan terbesar bidang perikanan di Jawa Timur. 

Bukan hanya itu Pelabuhan Perikanan Mayangan juga menjadi rujukan bagi pengusaha Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendistribusikan BBM ke kapal - kapal nelayan ikan.          

Namun, dalam pendistribusian tersebut diduga kerap terjadi pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan (UPT PP) Mayangan. Dari penelusuran memojatim dilapangan terdapat transaksi ribuan liter minyak barang gelap (Blackmarket) di Pelabuhan Perikanan (PP) Mayangan, Probolinggo Jawa Timur.

Bebasnya transaksi BBM barang gelap itu diduga tidak lepas dari peran oknum UPT PPP Mayangan saat melakukan pemeriksaan dan penerbitan ijin Bunker sehingga barang gelap (blackmarket) BBM kian lancar dalam melakukan transaksi.

Kepala UPT PPP Mayangan, Kasi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha, Arif Wahyudi saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) diwilayah kerjanya tersebut menyatakan, pertama pihak transportir ngumpulkan campony profilnya terus kita telusuri juga. 

Saya tidak pernah "anuh" saya dan anak buah saya tidak pernah menetapkan gini berapa-berapa anu itu ya, tapi istilahnya kadang pihak transportir "anu" pak niki pak damel operasional (pak ini pak buat operasional). 

"Saya dan anak buah saya tidak pernah menetapkan gini berapa-berapa "anu" itu,"kata, Arif Wahyudi saat dikonfirmasi.

Puluhan ton barang gelap (blackmarket) BBM diduga kerap bertransaksi di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Probolinggo Jawa Timur. Hal tersebut menjadi sorotan Organisasi Masyarakat (Ormas) Komunitas Rakyat Anti Korupsi (Korak) Jawa Timur yang akan menggalih lebih dalam lagi temuan pungutan liar tersebut di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Probolinggo Jawa Timur. 

Ketum Ormas Korak Jawa Timur, Parlindungan Sitorus menyatakan, kami akan terus galih lebih dalam lagi temuan tersebut. Bila benar pungutan liar itu terjadi kami akan adukan ke Kejaksaan Tinggi (Kajati Jatim).

"Bila benar pungutan liar itu terjadi kami akan adukan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur,"pungkas, Parlindungan Sitorus pada memojatim hari Rabu (5/6/2019).(arief)


Posting Komentar