Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : doc, terdakwa Agus Setiawan Tjong saat persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Agus Setiawan Tjong, Terdakwa Kasus korupsi dana hibah Pemkot Surabaya tahun 2016 yang dikucurkan untuk pengadaan barang dalam proyek jasmas gagal menghadirkan saksi. Akibatnya, persidangan yang diketuai hakim Rochmad di Pengadilan Tipikor Surabaya ini batal digelar. 

"Saksi meringankan kami tidak hadir, kita minta penudaan,"kata Hermawan Benhard Manurung selaku ketua tim penasehat hukum terdakwa Agus Setiawan Tjong saat dikonfirmasi memojatim hari Senin (10/5). 

Pria yang akrab disapa Benhard ini mengatakan, Persidangan hari ini sedianya akan mendengarkan keterangan 8 orang saksi meringankan. Mereka merupakan ketua RT dari wilayah yang berbeda.

"Empat orang ketua RT dari Rungkut dan empatnya dari Kenjeran,"terangnya. 

Benhard mengaku, hingga tertundanya persidangan perkara ini, Ia belum mengetahui alasan ketidakhadiran para saksi. 

"Kami belum tau, mungkin mereka masih mudik karena lebaran. Dan kami akan konfirmasi lagi ke para saksi,"pungkasnya. 

Untuk diketahui, Pada sidang sebelumnya terdakwa Agus Setiawan Tjong telah menghadirkan 2 orang saksi meringankan, yakni Agus Rahmat Yamin dan Suni. Keduanya merupakan ketua RT diwilayah Keluaran Bongkaran. 

Ironisnya. Dua saksi yang digadang-gadang untuk meringankan posisi terdakwa Agus Setiawan Tjong justru berbalik menyudutkan, dengan mengungkap peran terdakwa Agus Setiawan Tjong dalam kasus korupsi Jasmas ini.

Sementara pada sidang sebelumnya, kasus korupsi dana Jasmas Pemkot Surabaya yang merugikan uang negara miliaran rupiah, Hakim juga mencurigai adanya keterlibatan sejumlah anggota DPRD dan Pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Hal tersebut mulai disinggung oleh Hakim Anggota, Andreano.

Untuk membuktikan kecurigaan keterlibatan dalam kasus ini, hakim Andreano pun meminta Kejari Tanjung Perak melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) nya untuk mendalami peran dari para oknum enam anggota DPRD Surabaya dan Pejabat Pemkot Surabaya terkait pencairan dana Jasmas tersebut. 
(Arief)

Posting Komentar