Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa mantan Wakil Walikota Probolinggo, Suhadak usai persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Mantan Wakil Walikota Probolinggo kembali menjalani persidangan hari Senin (17/6). Sidang yang digelar diruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya tersebut dengan agenda mendengarkan tuntutan Jaksa Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo.

Seperti sidang-sidang sebelumnya Wakil Walikota Pribolinggo non aktif terdakwa Suhadak dalam persidangan selain didampingi tim Penasehat Hukum (PH) nya juga hadir istri terdakwa setia mengikuti jadwal jalannya persidangan.

Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo, Caprian Caesar menyatakan bahwa, terdakwa Suhadak bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam Pasal 2 jo  Pasal 18 Undang - Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang - Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang - Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP dalam surat dakwaan Primair.

Menjatuhkan  pidana penjara terhadap terdakwa Suhadak selama 6 tahun 6 bulan dan membayar denda sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) subsider 3 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp 775.446.730.755 bilamana uang pengganti tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun 3 bulan.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 6 tahun 6 bulan,"tegas, Jaksa Caprian Caesar dalam persidangan.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, eks Wakil Walikota Probolinggo terdakwa Suhadak kembali diseret duduk dikursi pesakitan karena terbukti melakukan korupsi atas pembangunan Gedung Islamic Center (GIC) Kota Probolinggo jilid II sehingga pemerintah mengalami kerugian senilai Rp 1.4 miliar.

Dalam kasus ini terdakwa Suhadak terlibat korupsi proyek pembangunan Gedung GIC jilid II tidak sendiri, malainkan dengan tiga orang lainya yakni, Purnomo, Dini Santi Ikawati dan Johan Wahyudi yang sudah dihukum dan divonis 1 tahun oleh Pengadilan pada tahun 2016 lalu.

Sedangkan terdakwa Suhadak juga tengah menjalani hukuman dalam kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan tahun anggaran 2009. Dalam kasus itu, Suhadak divonis 5 tahun penjara. (Arief)

Posting Komentar