Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : mantan Kades Kacangan, Moch Arif Hasanddin saat persidangan. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Mantan Kepala Desa (Kades) Kacangan, Kecamatan Brebek, Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, Moch Arif Hasanuddin di vonis 3 tahun hukuman penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Selasa (21/5) di jalan raya Juanda Sidoarjo.

Moch Arif Hasanuddin dinilai terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan subsider melanggar pasal 3 juncto pasal 18 Undang Undang tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke(1) KUHP. 

Sidang dengan Majelis Hakim Ketua Hisbullah Idris menyampaikan, terdakwa dijatuhi hukuman 3 tahun denda Rp 50 juta subsider satu bulan dan menetapkan pada terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 160.750.000 (seratus enam puluh juta tujuh ratus limah puluh rubu rupiah) dengan kurun waktu 1 bulan setelah putusan inkrah dan apabila tidak membayar maka harta bendanya akan disita. Namun, apabila tidak harta benda atau tidak mencukupi diganti dengan pidana selama satu tahun dan diwajibkan membayar biaya perkara Rp 5000 rupiah.

"Terdakwa dijatuhi hukuman 3 tahun penjara denda Rp 50 juta subsider satu bulan," ucap, Hakim Ketua Hisbullah Idris dalam persidangan dikutip memojatim.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Nganjuk. Sebelumnya, Jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman 4 tahun penjara.

Ditemui usai persidangan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Nganjuk, Eko Baroto menyampaikan, terkait putusan majelis hakim pihaknya menyatakan masih pikir-pikir.

"Kita masih pikir - pikir," pungkasnya.

Kades Kacangan, Moch Arif Hasanuddin dijebloskan ke penjara oleh penyidik Polres Nganjuk karena terbukti menyalah gunakan jabatan telah melakukan tindak pidana korupsi menggunakan Anggara Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) anggaran tahun 2017 yang seharusnya digunakan untuk pembangunan tapi tidak dikerjakan, sehingga timbul kerugian uang negara senilai Rp 310 juta. Dalam proses pekerjaanya terdakwa bertindak tidak sendirian namun, dengan pihak ketiga yakni, Fendik selaku rekanan swakelola yang menyidiakan barang dan jasa. (Arief)

Posting Komentar