Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa mantan Kades Sobron, Hartono saat duduk dikursi pesakitan Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Mantan Kepala Desa (Kades) Sobron, Kecamatan Loceret Nganjuk, Jawa Timur, Hartono memasuki ruang sidang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya untuk menjalani proses persidangan pertamanya dalam kasus dugaan korupsi atas Dana Desa (DD) tahun anggaran 2013-2018.

Terdakwa Hartono saat memasuki ruang sidang dengan memakai hem lengan panjang warna putih nampak seksama mendengarkan dakwaan yang dibaca jaksa. Dalam sidang dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Nganjuk, Eko Baroto menyatakan bahwa, terdakwa secara sah dan meyakinkan diduga telah melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan pengelolaan anggaran kegiatan fisik dan anggaran pemberdayaan pada APBDes tahun 2013-2018. Antara lain, pembangunan proyek irigasi, proyek jembatan dan pengaspalan jalan. Atas tindakannya pemerintah dirugikan sekitar Rp 300 juta lebih, selama kurun waktu sejak 2013-2017.

"Atas tindakanya pemerintah mengalami kerugian sebesar Rp 300 juta lebih,"ungkap, Jaksa Eko Baroto hari Rabu (15/5) .

Masih lanjut Eko Baroto, atas perbuatannya terdakwa Hartono dijerat Pasal 2 ayat 1 juncto pasal 3 juncto pasal 8 Undang-undang tindak pidana korupsi jucto pasal 64 ayat 1 KUHP.

"Terdakwa dijerat Pasal 2 ayat 1 juncto pasal 3 juncto pasal 8 undang-undang tindak pidana korupsi juncto pasal 64 ayat 1 KUHP,"ucap, Eko.

Saat dikonfirmasi usai persidangan  apakah dalam perkara ini ada terdakwa lain, Eko Baroto mengatakan, terdakwa adalah terdakwa tunggal seperti dakwaan tadi yang disebutkan dalam persidangan dengan ancaman kurungan 20 tahun penjara.

"Ancaman kurungan 20 tahun penjara,"pungkasnya. (Arief)

Posting Komentar