Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Dua terdakwa korupsi dana sampah Bambang Brasianto dan Priono Susilo Hadi saat mendengarkan putusan. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Dua terdakwa koruptor pejabat di Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun Jawa Timur, Priono Susilo Hadi memakai baju batik kuning lengan panjang dan Bambang Brasianto baju batik warna biru saat memasuki ruang Cakra Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya hari Jumat (24/5).

Keduanya dinilai oleh hakim terbukti bersalah secara bersama sama sebagai pengelola dan yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Mengadili saudara Bambang Brasianto telah terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar Undang Undang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dakwaan subsider dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun denda Rp 50 juta dengan ketentuan bilamana tidak dibayar maka diganti dengan pidana 2 bulan, dan memerintahkan terdakwa untuk uang pengembalian sebesar Rp 138.942.140 juta rupiah ke Jaksa Penuntut Umum agar diserahkan ke khas negara.

Untuk terdakwa Priono Susilo Hadi terbukti bersama sama melakukan tindak pidana korupsi dan menghukum terdakwa penjara selama 2 tahun dendan Rp 50 juta dengan ketentuan bilamana tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 2 bulan dan diwajibkan membayar uang pengganti Rp 103.445.000 juta rupiah dengan ketentuan bilamana uang pengganti tifak dibayar maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa sebagai uang pengganti tersebut, namun apabila harta benda tidak mencukupi maka dapat diganti pidana kurungan selama 2 bulan.

"Terdakwa dihukum penjara selama 2 tahun,"tutur, Majelis Hakim Ketua I Wayan Sosiawan dalam persidangan.

Putusan hakim tersebut lebih berat dari tuntutan Jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa Bambang Brasianto Satu Tahun Enam bulan dan Priono Susilo Hadi Dua Tahun denda Rp 50 juta subsider tiga bulan.

"Majelis hakim berpendapat bahwa kerugian negara senilai Rp 417 sekian juta itu ditanggung renteng masing masing terdakwa untuk terdakwa BB 75% dan PSH 25% dari kerugian," ujar, tim JPU yang tidak mau menyebutkan namanya tersebut.

Sekedar diketahui, sebelumnya kedua terdakwa ini tidak ditahan walau sudah ada penetapan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Mejayan Madiun. Namun, pada saat sidang dakwaan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya memerintahkan Jaksa untuk melakukan penahanan terhadap terdakwa usai persidangan dakwaan. Bahkan, Kejaksaan Negeri Mejayan juga mendapat kado berupa Cambuk (Pecut) pada saat peringatan Hari Korupsi Sedunia dari Kordinator Wahana Komunikasi Rakyat tanggal (10/12/2018) lalu. Pemberian pecut itu sebagai sindiran agar Kejaksaan Negeri Mejayan berani menahan dua pejabat Pemerintah Kabupaten Madiun yang menjadi tersangka kasus korupsi pengelolaan dana sampah senilai Rp 2 miliar itu. (Arief)

Posting Komentar