Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : pasanga suami istri (Pasutri) Imam Syaean dan Siti Mujiati saat mendengarkan putusan. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Dua terdakawa Imam Syaean selaku Kepala Sekolah (Kepsek) MI Yapendawa Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur dan Siti Mujiati sebagai Bendahara Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya menvonis 4 tahun penjara. Keduanya merupakan pasangan suami istri yang terbukti melakukan korupsi dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejak tahun anggaran 2009 hingga tahun 2015.

Keduanya oleh hakim dinyatakan terbukti secara sah dan bersama sama telah melakukan tindak pidana korupsi atas dana yang dikucurkan oleh pemerintah melalui dana BSM dan BOS sejak tahun 2009 hingga 2015 dan dijerat UU No 31 Tahun 2009 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Menimbang dan memutuskan terdakwa dihukum 4 tahun penjara denda Rp 200 juta subsider dua bulan,"ucap, Majelis hakim Ketua Dede Suryaman dikutip memojatim pada persidangan hari Kamis (23/5) diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya.

Putusan hakim tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya yang menuntut terdakwa 6 tahun penjara.

"Atas putusan Hakim, kami masih nyampaikan pikir pikir,"tutur, JPU Kejari Trenggalek, Erawati saat ditemui usai persidangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri ini diadili karena kedapatan kompak menggunakan dana BSM dan BOS yang seharusnya diperuntukan untuk keperluan operasional sekolah dan siswa tidak mampu sehingga pemerintah dirugikan kisaran Rp 246 juta dari anggaran yang dikelolahnya sebesar Rp 530 juta.@rief

Posting Komentar