Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : ilustrasi (istimewa)

Sidoarjo-Memo. Dua terdakwa yang merupakan rekanan pemenang tender atas pekerjaan pemeliharaan jalan di Dusun Sonok, Desa Karang Tengah, Kecamatan Nonggunong Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep Jawa Timur mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya hari Rabu (22/5) di jalan raya Juanda Sidoarjo.

Terdakwa Hazmi Azhari dan Fedryan Ariesandi diketahui adalah pemilik CV Tiga Putri selaku pemenang tender dan telah menerima uang muka pekerjaan sebesar Rp 277.626.000 juta dari nilai kontrak sebesar Rp 925.420.000 dari pagu anggaran sekitar Rp 1 miliar atas dana yang dikucurkan dari APBD II tahun 2018.

Namun, uang muka yang diterima tidak dipergunakan untuk pembelian barang. Akibatnya proyek pekerjaan tersebut diputus kontrak.

"Uang muka yang diterima tidak dipergunakan untuk pembelian barang,"ucap, Kasi Pengelolahan Barang dan Bukti (Barbuk) dan juga selaku Jaksa, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Edi usai persidangan.

Dalam dakwaanya, terdakwa diancam dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP; Subsidiair Pasal 3 Jo. pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentan Perubahan Atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Arief)

Posting Komentar