Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Dua Terdakwa Korupsi Koperasi Tani Ketajek Makmur Dituntut 5 - 1 Tahun

Photo : M Nuril kuasa hukum terdakwa usai persidangan. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Korupsi koperasi Tani Ketajek Makmur Kabupaten Jember Jawa Timur yang menyeret dua terdakwa yakni, Choirul Suparjo selaku Ketua Koperasi dan Sutomo sebagai Bendahara pada hari Kamis (9/5) kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya di jalan raya Juanda Sidoarjo.

Agenda sidang pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumartiningsih menuntut kedua terdakwa dengan tuntutan yang berbeda. Dalam tuntutannya Choirul Suparjo dituntut 5 tahun denda Rp100 juta subsider dua bulan dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 11 miliar bila tidak dibayar maka diganti dengan hukuman dua tahun penjara.

Sementara terdakwa Sutomo jaksa menuntut dengan hukuman 1 tahun enam bulan denda Rp 50 juta subsider dua bulan.

Diwaktu yang berbeda M Nuril sebagai Penasehat Hukum (PH) terdakwa menyatakan, JPU salah dalam mendakwa dan menuntut terdakwa Sutomo, karena pada waktu kejadian dugaan tindak pidana korupsi ini pada tahun 2015, 2016, 2017 sedangkan Sutomo menjadi Bendahara pada tahun 2018.

"JPU salah dalam mendakwa dan menuntut terdakwa Sutomo,"tegas M Nuril saat ditemui usai persidangan.

Masih menurut M Nuril, kami berpendapat bahwa, soal yang dikata JPU adalah bukan soal pidana, karena apa timbulnya hak kewajiban itu berdasarkan perjanjian Choirul Suparjo selaku Kepala Koparasi Tani Ketajek Makmur dengan Ir. Sujatmiko selaku Direksi Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Pemkab Jember. Artinya, timbulnya hak dan kewajiban ini adalah  murni persoalan perdata.

"Timbulnya hak dan kewajiban ini adalah murni persoalan perdata,"tegas, M Nuril.

Lebih jauh masih lanjut Nuril, pihaknya akan melakukan pledoi di agenda sidang berikutnya dalam kurun waktu dua minggu kedepan. (Arief)

Posting Komentar