Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Yusef saat pamerkan barang bukti. (Eddy Prihandoko,memojatim)

Surabaya-Memo. Satgas Pangan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, berhasil mengungkap Dugaan tindak pidana perdagangan atau konsumen. Dengan memperdagangkan berupa  benih jagung hibrida  bantuan pemerintah ( subsidi ) yang dilarang untuk diperdagangkan dan atau pangan, dan atau perlindungan konsumen, berupa benih jagung hibrida Subsidi pada hari Kamis (2/5/19).

Kasus ini, Berawal dari bulan April 2019 keterangan  masyarakat sering terjadi jual benih jagung di wilayah pare kediri bersubsidi milik pemerintah yang dijual secara offline maupun online kepada kelompok petani. Setelah itu dilanjutkan penyidik krimsus Polda Jatim menangkap Tiga Tersangka.

polisi mengamankan tiga orang sebagai tersangka,  inisial CBF dan AF Asal Kediri satu Lagi AS Asal Jember selaku pemilik Bijih Jagung Hibrida Subsidi, yang merupakan warga Jember. Dari pemeriksaan, pelaku telah beraksi kurang lebih satu tahun. 

Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Yusef menjelaskan, untuk kasus pemalsuan merk, pelaku mengganti kemasan bibit Jagung Bersubsidi dengan logo BISI, sedangkan Bibit Jagung yang asli Barang Bersubsidi milik pemerintah,Modus operandi Tersangka dengan memperdagangkan benih  jagung bantuan pemerintah ( subsidi ) yang seharusnya dibagikan secara gratis kepada kelompok Tani, dengan cara mengganti sebagian label yang ada dalam kemasan.

Selain pemalsuan merk, dan membohongi atau menipu konsumen dengan menjual Benih Jagung Subsidi, petugas juga melakukan pemeriksaan mutu serta  kwalitas  tersebut. 

"Kemudian dilakukan pemeriksaan, mutu standart tidak sesuai, ini modus yang mungkin sudah lama dilakukan," tambahnya. 

Sementara diperoleh keterangan jika tersangka  menggunakan bibit  jagung  Subsidi pemerintah Dari keterangan kedua tersangka mengatakan barang tersebut di dapat dari Tsk AS, saat petugas melakukan penggeledahan Rumah AS didapati Barang bukti benih jagung dan alat untuk menghapus label pada kemasan barang subsidi Pemerintah tersebut,dari hasil pengembangan keterangan tersangka AS mengatakan bahwa barang tersebut didapat dari Tsk Berinsial SW ( DPO )

untuk menjual benih jagung dengan mengganti  kemasan ini. Namun polisi tetap mengembangkan penyelidikan dan mengumpulkan bukti -  bukti, Diakui tersangka, Jagung yang dikemas dengan merk palsu tersebut, didapat dari Bibit 
jagung Bersubsidi tersangka hanya mengganti kemasannya saja," lanjutnya.

Total barang bukti Bibit jagung yang disita Polda Jatim sebanyak Barang bukti berupa 1060 kg Bibit Benih jagung Hibrida 18 Cap kapal terbang Produksi PT BISI Internasional TBK benih jagung Bantuan pemerintah/ subsidi.467 Kg benih jagung tanpa Label.Uang Tunai 665 ribu.Uang Hasil Penjualan Benih Jagung.tiga Buah hp Alat untuk dijadikan transaksi.dua bandel nota penjualan,satu unit mobil Pick up Grand Max,'Kalau ini berlanjut, maka merugikan kosumen dan produsen," tandasnya. 
.

Pasal yang dipersangkakan terhadap tersangka  Pasal 110 Jo pasal UU 36 No 7 tahun 2016 tentang petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan jagung tahun 2018 hukuman penjara 5 tahun penjara dan denda sebanyak 5 M , Pasal 60 ayat 1 huruf c dan i pasal 13 dan 16 UU 12 tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman jagung dengan Hukuman pidana paling lama 5 tahun Penjara dan denda 250.000 juta, pasal 62 ayat (1) Jo pasal (8) ayat 1 huruf i UU No 8 tahun tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan hukuman penjara  maksimal 5 tahun Penjara denda Paling Banyak 2.M.

Conference Pers oleh Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Yusef juga turut hadir Kepala Disperindag Jatim bapak Drajat Irawan, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Drh. Wemmi Niamawati, MMA, kepala dinas Pertanian Jatim Bapak Hadi Sulistyo. (Ep/rif)

Posting Komentar