Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : saksi saat memberikan keterangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang korupsi dana hibah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun 2016 yakni proyek Jasmas dengan terdakwa Agus Setiawan Tjong kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, hari Senin (29/4/2019). Sidang baru dimulai sekitar pukul 13:00 wib tersebut dua saksi yakni Robert Siregar dan Freddy Dwi Cahyono selaku tenaga Marketing dari terdakwa Agus Setiawan Tjong dalam persidangan mengungkapkan peran dua anggota DPRD Surabaya yakni Saiful Aidy dan Dini Rinjati dalam kasus pengadaan barang di Proyek Jasmas tersebut.

Dalam persidangan saksi yang dihadirkan oleh JPU Kejaksaan Negeri Tanjung Perak itu menyebutkan diutus oleh terdakwa Agus Setiawan Tjong untuk menyebar proposal Jasmas kepada 62 Ketua RT yang terbagi dalam 3 Kelurahan, yakni Tanah Kali Kedinding, Tambak Rejo dan Bongkaran. 

"Kalau saya ada 27 Proposal di Kelurahan Tanah Kedinding dan masuk dalam Dapilnya Saiful Aidy," terang, saksi Freddy Dwi Cahyono dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya.
Hal yang sama pula juga diungkap oleh saksi Robert Siregar mengaku telah menyebarkan 35 proposal di dua Kelurahan yakni Tambak Rejo dan Bongkaran. 

"Wilayah saya masuk dalam Dapilnya Dini Rinjati,"ungkap, Robert Siregar.

Sebelumnya, kedua saksi menerangkan jika mereka diminta oleh terdakwa Agus Setiawan Tjong untuk mendata para ketua RT untuk mensosialisasikan Program Jasmas.

Selanjutnya, saksi meminta foto copy KTP dan SK pengangkatan para ketua RT dan berlanjut pada pembuatan serta penandatanganan proposal yang sudah disiapkan oleh terdakwa Agus Setiawan Tjong bersama tim nya.

Dari proposal itu kedua saksi mengaku mendapat fee sebesar 1 hingga 2 persen dari terdakwa yang diberikan secara bertahap. Nilai permohonan proposal tersebut bervariasi mulai dari Rp 42 juta hingga Rp 60 juta. Dalam persidangan 7 saksi yang dihadirkan yakni, Robert Siregar dan Freddy Dwi Cahyono dari tim Marketing terdakwa Agus Setiawan Tjong, sedangkan dari Sekretariat DPRD (Setwan) Surabaya, Hadi Siswanto, Sekretaris DPRD Surabaya (Sekwan), Yanto, Bagus, Agus dan Safii mereka semuanya Staf DPRD Surabaya, saat dimintai keterangannya secara terpisah oleh Majelis Hakim. (Arief)

Posting Komentar