Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : saksi Maria saat menghadiri persidangan penjualan aset Pemkot Malang. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Perkara dalam kasus penjualan aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, di jalan raya Juanda, Sidoarjo pada hari Senin (25/3/2019). Sidang yang digelar diruang Candra itu diketuai oleh Hakim Ketua Rochman SH. MH., dengan agenda menghadirkan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Malang.

Saksi Maria yang juga pembeli dari aset Pemkot Malang itu memaparkan secara gamblang dihadapan Majelis bahwa, adanya rekayasa dokumen atas lahan tersebut adalah Notaris Natalia Christiana dan Candra. Hal tersebut ia ketahui setelah perkara ini dalam proses penanganan Kejaksaan Negeri Kota Malang.

"Dokumen itu lebih banyak dua orang ini yang merekayasa yang mulia, Natali dan Candra,"ungkap, saksi Maria dalam persidangan.

Dari fakta persidangan yang diterangkan saksi selanjutnya Majelis Hakim pada Jaksa meminta untuk menghadirkan Candra pada sidang berikutnya.

"Jaksa tolong Candra dihadirkan ya,"tutur, Hakim Ketua Rochmad SH. MH., di dampingi Hakim Anggota Andriano SH. MH., dan Samhadi SH. MH., dalam persidangan.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Malang, Esi Matule SH., dan Ade Elvi Trisnawati SH menyampaikan, atas keterangan saksi pihaknya akan mengembangkan dan memeriksa pihak terkait.

"Kami akan kembangkan kembali dari hasil persidangan,"ucap, Esi Matule pada usai persidangan hari Senin (25/3/2019).

Sementara itu dalam perkara penjualan aset Pemkot Malang dari hasil pemeriksaan mengalami kerugian sekitar Rp 5,4 miliar dan sudah menetapkan dua orang sebagai terdakwa yakni, Natalia Chritiana dan Leonardo. Sementara Candra masih sebagai saksi.(arief)

Posting Komentar