Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : 8 saksi saat memberikan keterangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Korupsi Koperasi Tani Ketajek Makmur, Jember, Jawa Timur kembali disidangkan pada hari Kamis (28/3/2019) diruang Cakra Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya. Dalam persidangan kali ini Jaksa Kejari Jember menghadirkan delapan saksi kelompok tani yang bekerja sama dengan Koperasi Tani Ketajek, terdiri dari pembeli hasil kebun dan penyewa lahan.

Dalam persidangan saksi menerangkan, bahwa terdakwa kerap melakukan penjualan hasil kebun seperti penebangan kayu Sengon, Mahoni, Panen Kopi juga Kakao dan meraup uang ratusa juta sejak tahun 2014 hingga 2018 sampai ditemukan kerugian perusahaan milik Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kabupaten Jember tersebut sebesar Rp 9 miliar.

"Saya beli kayu itu dengan pembayaran dua tahap dan ada kwitansinya dengan Choirul Suparjo,"terang, saksi dihadapan Mejelis Hakim dan Jaksa.

Selain membeli hasil kebun berupa kayu, saksi juga membeli hasil kebun berupa kopi melalui anak tedakwa Choirul Suparjo yang bernama Agus.

Dari keterangan para saksi sidang yang diketuai oleh Hakim Ketua Dede Suryaman SH. MH., menyakan kepada Jaksa terkait kwitansi pembelian hasil kebun antara saksi dengan terdakwa, selanjutnya Jaksa menunjukan kwitansi pembelian hasil kebun tersebut yang diikuti oleh M. Nuril selaku Penasehat Hukum (PH) terdakwa.

"Jaksa ada kwitansi bukti pembelian hasil kebun itu,"ucap, Hakim Ketua Dede Suryaman dalam persidangan.

Dalam perkara kasus korupsi Koperasi Tani Ketajek Makmur ini menetapkan dua terdakwa yakni, Choirul Suparjo selaku Ketua Koperasi Ketajek dan Sutomo selaku Bendahara.

Dalam prosesnya Koperasi Tani Ketajek Makmur diduga tidak menyetor hasil sharing pengelolaan kebun Ketajek milik Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember. Sehingga ditemukan kerugian negara sebesar Rp 9 miliar terhitung dari hasil kebun sejak tahun 2014 - 2018, yang seharusnya dari kerja sama ini 70% untuk PDP Khayangan Jember dan 30% untuk Koperasi Tani Ketajek Makmur. (Arief)

Posting Komentar