Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Kepala Pukesmas Porong, Esti Handayani saat persidangan. (Arief,memojatim)
 
Sidoarjo-Memo. Sidang korupsi pemotongan dana kapitasi Pukesmas Porong, Kabupaten Sidoarjo kembali digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya. Sidang dengan menghadirkan tiga saksi dalam perkara korupsi dana Jasa Pelayanan (Jaspel) di Puskesmas Porong dengan terdakwa Esti Handayani, mencabut keterangannya yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan. Berita acara itu dibuat saat proses pemeriksaan oleh penyidik Kepolisian Daerah Jatim.

Dalam persidangan para saksi beralasan keterangan yang diberikan bukan fakta sebenarnya karena mereka berada dalam tekanan. Saksi-saksi itu juga mengaku terpaksa menandatangi surat pernyataan yang menyatakan keberatan terhadap pemotongan dana jasa pelayanan. 

Surat itu dibuat penyidik bukan oleh saksi. Tiga saksi itu adalah Dwi Ariyani, Diah Savitri, dan Sumaiyah. 

Mereka merupakan aparatur sipil negara yang bekerja di Puskesmas Porong. Dalam BAP saksi mengatakan merasa keberatan dan tidak ikhlas alokasi jasa pelayanan untuk mereka dipotong 15 persen.

"Keterangan yang sebenarnya saya ikhlas jatah jasa pelayanan saya dipotong 15 persen karena pemotongan itu untuk membayar honor relawan atau pekerja honorer dan dana sosial seperti untuk menjenguk apabila ada pegawai atau keluarganya sakit," ujar Dwi Ariyani pada hari Jumat (29/3/2019).

Pencabutan keterangan dalam BAP itu membawa konsekuensi hukum. Majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya yang diketuai I Wayan Sosiawan merintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Jatim, Gunawan agar menghadirkan para penyidik yang memeriksa saksi-saksi ke persidangan. 

Untuk membuktikan apakah penyidik sudah melakukan tekanan terhadap saksi sehingga mereka tidak bebas memberikan keterangan.
 
Esti Handayani didakwa memerintahkan pemotongan dana jasa pelayanan yang diterima oleh petugas medis maupun petugas non medis di Puskesmas Porong saat dia menjabat. Pemotongan sebesar 15 persen per pegawai itu untuk menggaji tenaga honorer yang jumlahnya 21 orang. (Arief)

Posting Komentar