Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : petugas saat menunjukan barang bukti yang berhasil diamankan.(arief,memojatim)

Surabaya-Memo. Kepala Pukesmas Widang, Kabupaten Tuban, dr Shinta (45) diamankan unit Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim pada tanggal 25 Maret 2019 lalu sekira pukul 07:00 wib. Karena diduga telah melakukan kegiatan pemotongan dana Jasa Pelayanan (Jaspel) dan Biaya Operasional Kegiatan (BOK) staf atau pegawai di Pukesmas Widang.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan pada hari Kamis (28/3/2019) dihalaman Mapolda Jatim. Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan meyantakan, dr Shinta ditangkap lantaran diduga telah melakukan pemotongan dana Jaspel dan BOK staf di Pukesmas Widang.

"Dari pengakuan tersangka melakukan pemotongan Jaspel sejak 4 bulan terakhir,"ungkap, Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan pada media.

Masih lanjut Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, pihaknya selain berhasil mengamankan tersangka juga Barang Bukti (BB) berupa uang tunai srjumlah Rp 171.000.000 (seratus tujuh puluh satu juta rupiah), satu bendel SPJ JKN bulan Juli 2018 sampai Feb 2019, satu bendel dokumen pemotongan dana Jaspel, empat buah Hp, dua buku rekening, satu unit Laptop merk Asus warna putih.

Lebih jauh Dirreskrimsus Polda Jatim mengungkapkan, modus operandinya tersangka SP yang akrap disapa dr Shinta ini membuat daftar nominal jumlah uang jasa pelayanan untuk dipotong dari staf Pukesmas yang menerima Jaspel dan pemotongan tersebut jumlahnya berfariasi yang setiap bulanya  wajib dikeluarkan oleh staf sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta. Selanjutnya oleh uang yang terkumpul disetorkan oleh Bendahara Pukesmas ke rekening penampungan yang dibujka oleh staf TU atas perintah tersangka SP dan dari jumlah uang Jaspel hasil pemotongan tersangka mendapat keuntungan 40%.

"Tersangka melakukan pemotongan mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta perkaryawan dari 36 karayawan yang ada di Pukesmas Widang,"terang, Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan.

Atas perbuatanya tersangka dr Shinta bakal terancam dengan pasal 12 huruf e Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan diperbarui dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2002 tentang tindak pidana korupsi.(arief)

Posting Komentar