Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Terdakwa korupsi dana Jasmas Pemkot Surabaya, Agus Setiawan Tjong. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Tanjung Perak membongkar peran anggota DPRD Kota Surabaya dalam kasus dugaan korupsi dana Jasmas tahun 2016.

Peran anggota DPRD tersebut dibongkar dalam surat dakwaan yang disusun oleh JPU. Dalam dokumen dakwaan yang di ungkapkan bahwa, pada Maret 2015 dua anggota DPRD Kota Surabaya yakni, H Darmawan dan Ratih Retnowati bertemu dengan terdakwa Agus Setiawan Tjong.
Pertemuan itu disebut dalam dakwaan adalah terdakwa Agus Setiawan Tjong ditawari untuk mengerjakan proyek dana hibah tersebut.

"Dalam pertemuan itu, kedua anggota DPRD (Ratih dan Darmawan) menyampaikan bahwa akan ada kegiatan dana hibah jasmas untuk masyarakat khususnya untuk RT dan RW," jelas Jaksa M. Fadhil pada sidang hari Senin (18/3/2019).

Lalu, masih kata Fadhil, terdakwa Agus Setiawan Tjong menyanggupi tawaran pekerjaan dari dua anggota DPRD tersebut dan akan menggkoordinir khususnya pengadaan barang dan jasa.

"Kemudian terdakwa menyanggupi pekerjaan tersebut," tambah, Fadhil membacakan dakwaan.

Perlu diketahui, H. Darmawan dan Ratih Retnowati ini merupakan pimpinan DPRD Kota Surabaya yakni sebagai Wakil Ketua.

Setelah bertemu dengan dua anggota DPRD tersebut, terdakwa Agus Setiawan Tjong menemui empat anggota DPRD lainya yakni Binti Rochmah, Syaiful Aidy, Dini Rijanti dan Sugito untuk meyakinkan keempatnya bahwa terdakwa yang mengerjakan proyek Jasmas pasca bertemu dengan pimpinan DPRD yakni H Darmawan dan Ratih Retnowati yang menawari pekerjaan itu.

"Setelah bertemu dengan dua anggota DPRD, terdakwa bertemu dengan empat anggota DPRD menyatakan dirinya yang akan mengerjakan proyek tersebut," papar Fadhil. 

Lebih jauh masih dalam surat dakwaan yang dibaca bergantian oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, M Fadhil dan Suryanta Desi menyebutkan, terdakwa Agus Setiawan Tjong berbicara teknisnya dan menyebut semua Jasmas anggota DPRD yang ia temui akan diurusnya.

Selanjutnya, dalam pertemuan tersebut disepakati jenis barang yang akan diberikan ke masyarakat, yakni berupa terop, kursi crime, kursi plastik, meja besi, meja plastik, sound system, gerobak, sampah serta tempat sampah. (Arief)

Posting Komentar