Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa Agus Setiawan Tjong menjalani sidang pertamanya di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Sidang perdana kasus korupsi dana hibah Pemkot Surabaya tahun 2016 untuk proyek pengadaan barang melalui program Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya dijalan raya Juanda, Sidoarjo.

"Sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum,"kata Ketua majelis hakim Rochmad saat membuka persidangan diruang sidang Candra, hari Senin (18/3/2019).

Selanjutnya, Kejari Tanjung Perak melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Fadhil dan Suryanta Desi membacakan surat dakwaanya secara bergantian.

"Bahwa terdakwa selaku Direktur PT Sang Surya Dwi Sejati baik sendiri sendiri dan atau bersama sama dengan Sugito, H Darmawan, Binti Rochma, Dini Rinjani, Ratih Retnowati, Saiful Aidy pada waktu yang tidak dapat ditentukan secara pasti bertempat di gedung DPRD Kota Surabaya telah melakukan perbuatan melawan hukum mengkoordinir pelaksanaan dana hibah (JASMAS) Pemkot Surabaya tahun 2016,"terang JPU M Fadhil saat membacakan surat dakwaannya.

Pelaksanaan dana hibah tersebut masih kata, JPU Fadhil telah bertentangan dengan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 25 tahun 2016 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber APBD sebagaimana telah diubah dengan Permendagri nomor 32 tahun 2011  tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD.

Serta bertentangan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 13 tahun 2006 sebagaimana diubah dalam Permendagri nomor 21 tahun 2011 tentang pedoman pengelolaan kuangan daerah. 

"Perbuatan tedakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 4.991.271.830,61,- sebagaimana dalam audit BPK RI Nomor 64/LHP/XXI/09/2018 tertanggal 19 September 2018,"jelas, Jaksa M Fadhil.

Perbuatan terdakwa Agus Setiawan Tjong dianggap bertentangan dengan Pasal 2 dan 3 juncto Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP.

Atas surat dakwaan tersebut, Tedakwa Agus Setiawan Tjong melalui  Hermawan Benhard Manurung selaku ketua tim penasehat hukumnya mengaku akan mengajukan sanggahan atau bantahan. 

"Kami ajukan eksepsi,"ujar, Hermawan Benhard Manurung menjawab pertanyaan ketua majelis hakim Rochmad.

Selanjutnya, sidang akan dilanjutkan Minggu depan dengan agenda keberatan (Esepsi) dari Penasehat Hukum (PH) terdakwa Agus Setiawan Tjong. (Arief)

Posting Komentar