Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : 4 saksi saat dipersidangan kasus OTT dana PAUD. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Sidang lanjutan dalam perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendidikan Kabupaten Jember terkait Pungutan Liar (Pungli) dana bantuan ke tiga lembaga PAUD kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya pada hari Rabu (6/2/2019). Sidang yang digelar diruang Cakra tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis  Hakim Cokorda Gede SH. MH., dengan agenda meminta keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jember.

Empat saksi yang terdiri dari unsur Kabid Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, penerima bantuan, dan PNS Penilik membenarkan ada pungutan senilai 15% dari besaran bantuan yang diterima oleh masing-masing 3 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dalam persidangan saksi menerangkan bahwa, pihaknya menyerahkan uang tersebut atas inisiatif sendiri karena sudah dibantu dilancarkan dalam proses penerimaan dana bantuan Layanan Khusus (LK) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Jaksa Penuntut Umum, Oni dalam persidangan mempertanyakan pada saksi, pemberian uang 15% itu atas permintaan siapa? saksi menjawab, dari sesama lembaga PAUD.

"Pemberian uang 15% itu atas permintaan siapa,"tegas, Jaksa Oni dalam persidangan.

Ditemui usai persidangan Jaksa, Oni menyatakan, bahwa bukti-bukti untuk terdakwa Suwidi dan Abdur Rohim sudah cukup yang kami punya, jadi pada sidang berikutnya kami langsung ke pemeriksaan terdakwa.

"Bukti yang kami punya sudah cukup, jadi pada sidang minggu depan langsung ke pemeriksaan terdakwa,"tutur, JPU Oni pada memojatim.

Sementara Moch Nuril Penasehat Hukum (PH) terdakwa Suwidi dan Abdur Rohim menyampaikan, klaennya kedapatan di OTT atas pemberian uang 15% dari sejumlah lembaga PAUD. Namun, itu bukan atas perintah klaennya tetapi inisiatif penerima bantuan (lembaga PAUD) yang merasa hutang budi pada terdakwa. Jadi dalam kasus ini yang proaktif berinisiatif itu si penerima bantuan, dan tidak ada permintaan secara khusus dari terdakwa.

"Tidak ada permintaan secara khusus dari terdakwa,"terang, Nuril ditemui usai persidangan.

Disinggung langkah apa yang akan dipersiapkan selaku Penasehat Hukum terdakwa Nuril menambahkan, terdakwa sudah kedapatan di OTT namun, inisitif itu dari si penerima bantuan maka kami hanya memperdalam dari keterangan terdakwa.

"Kami hanya memperdalam keterangan terdakwa disidang berikutnya,"pungkasnya. 

Sebelumnya, dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendidikan Jember yang menjabat sebagai Penilik yakni Suwidi dan Abdur Rohim kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim Sapu Bersih (Saber). Dari tangan keduanya tim Saber mengamankan uang sebesar Rp7.2 juta hasil Pungli dari lembaga PAUD Kelompok Bermain (KB) Nurul Islam Sukowono dan Pos PAUD Cempaka 100 Silo. @rief

Posting Komentar