Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Kadinkes Gresik Nurul Dholam saat jalani sidang pemeriksaan diruang Sari. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Terdakwa Nurul Dholam mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gresik kembali disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Selasa (12/2/2019). Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa tersebut digelar diruang Sari lantai dua dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Wiwin Arodawanti SH. MH., dalam persidangan Majelis Hakim mempertanyakan seputaran kegunaan uang dana kapitasi Jasa Pelayanan (Jaspel) kesehatan sebesar Rp2.451.370.985 (dua miliar empat ratuslima puluh satu juta tuga ratus tujuh ribu sembilan ratus delapan puluh lima rupiah).

Ironisnya, terdakwa Nurul Dholam dalam persidangan menyampaikan bahwa, aliran dana setiap tahun mengalir ke Wakil Bupati senilai Rp10 juta dan Sekertaris Daerah (Sekda) Rp5 juta serta ada juga ke Dewan sebesar Rp27 juta, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan sejumlah Wartawan. Saat ditanya oleh Hakim uang itu untuk apa saja, dan apakah ada untuk Bupati? untuk Tunjangan Hari Raya (THR) yang mulia, intinya sama cuman sejak dua tahun terakhir sejak 2016-2017 sudah tidak lagi, jawab Nurul Dholam.

"Uang itu untuk THR yang mulia, intinya sama cuman sejak 2016-2017 Bupati sudah tidak lagi,"terang, terdakwa Nurul Dholam saat persidangan.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik juga mempertanyakan kegunaan sejumlah pengambilan uang yang bersumber dari dana pemotongan dana (Jaspel) tersebut.

"kegiatan gethering ke Singapure dan Jogja dengan 110 peserta,"jawab, terdakwa.

Lebih jauh Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Andrie Dwi Subianto saat dikonfirmasi memojatim apakah akan melakukan pemeriksaan terkait adanya aliran dana yang mengalir ke sejumlah pejabat menuturkan, kita lihat dulu hasil pertimbangan Majelis Hakim. Karena itu adalah catatan yang berupa reng-rengan dari terdakwa.

"Kita lihat hasil dari pertimbangan Majelis Hakim dulu,kalau bukti catatan ada,"pungkasnya.

Sekedar diketahui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik non aktif, Nurul Dholam kedapatan melakukan korupsi terkait dana kapitasi Jasa Pelayanan Kesehatan yang merugikan negara senilai Rp. 2.451.370.985 (dua miliar empat ratuslima puluh satu juta tuga ratus tujuh ribu sembilan ratus delapan puluh lima rupiah) yang tercatat dari laporan hasil perhitungan Auditor Asisten Pengawas Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.@rief

Posting Komentar