Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : kuasa hukum PT Kasih Jatim, Dr. Sudiman Sidabukke. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Pasca sidang di PTUN Surabaya beberapa hari lalu, pihak keluarga Bernadine Hendrika (Betty) memasang sejumlah spanduk dan banner di areal tanah seluas sekitar 29 hektare di Desa Banyu Urip, Kecamatan Kedaeman, Gresik hari Kamis (21/2/2019) kemarin yang mengakui tanah tersebut miliknya, kuasa hukum PT Kasih Jatim pemegang sertifikat tanah tersebut angkat bicara.

Kuasa Hukum PT Kasih Jatim, Dr. Sudiman  Sidabukke SH. CN, M., meminta untuk pihak keluarga Betty tidak melakukan hal-hal yang merugikan atas tanah yang sudah dimiliki secara sah oleh kliennya. Terlebih kepada orang-orang yang ikut demo tersebut, untuk tidak gegabah jika tidak tahu permasalahannya. 

"Tanah itu sudah menjadi hak milik klien saya dan terbit sertifikat tahun 1997," terangnya, Sudiman Sidabuke saat ditemui memojatim hari Jumat (22/2/2019).

Sudiman Sidabukke menjelaskan, tanah yang diklaim oleh Betty milik neneknya (Rasmani red,) dulunya itu merupakan tanah jaman kolonial dan digarapkan ke orang-orang saat itu, termasuk nenek Betty.  

Luas tanah Rasmani saat itu seluas 2,7 hektar. Status tanah yang digarap itu tanah RvO (Recht van Opstal)  
atau sama dengan hak guna bangunan. Hak tanah itu juga berakhir 28 Sept 1980. Dan tahun itu tanah-tanah yang digarap kemudian dikuasai oleh negara. 

"Tidak benar itu tanah pejuang. Pada tahun 1980 itu, penggarap juga sudah mendapatkan ganti rugi, termasuk pihak Rasmani mendapatkan senilai Rp 16.500.000 dan bukti kwitansinya ada,"ungkapnya.

Ia menambahkan, saat dikuasai oleh negara, PT Kasih Jatim kemudian mengajukan Surat keputusan Pemberian Hak (SKPH). "Dan permohonan SKPH keluar pada tahun 1995 atas nama PT Kasih Jatim. Dan tahun 1997 keluarlah 2 sertifikat atas klien saya seluas 29 hektar itu," tutur, Sudiman Sidabukke.

Sudiman Sidabukke menegaskan, tidak boleh diklaim tanah itu tanah pejuang atau milik neneknya, kalau tidak memiliki  bukti atau ada relevansinya. Jangan asal melakukan klaim tanpa memiliki dasar hukum yang benar. 

"Saya menyatakan, klien kami tidak pernah menyerobot tanah dan itu semua tidak benar. Dan perlu diketahui, peninjauan kembali (PK) yang diajukan oleh ahli waris Rasmani tidak menunda keputusan yang sudah inkrah," tegas dia.

Seperti diketahui, tanah seluas 29,190 hektare yang bersertifikat atas nama PT Kasih Jatim di Desa Banyu Urip, Kecamatan Kedamean Gresik, diklaim milik Rasmani dalam hal ini ahli warisnya bernama Bernadine Hendrika (Betty).

Ahli waris Rasmani mengajukan gugatan atas tanah ke PTUN, dan menang. Namun di tingkat banding dan kasasi yang dilakukan oleh PT Kasih Jatim, ahli waris Rasmani kalah.

Ahli waris Rasmani kemudian mencari keadilan lagi dengan cara mengajukan PK ke PTUN Surabaya dengan menyertakan 5 poin bukti yang belum pernah diajukan sebagai barang bukti dalam persidangan.

Novum yang dilampirkan dalam PK berisi lima bukti baru. Di antaranya, surat bukti kepemilikian mutlak eigendom atas nama Rasmani. Surat tersebut dikeluarkan oleh kantor pendaftaran tanah pemerintah Hindia Belanda tangal 24 Juli 1933.

Selain itu, juga diserahkan acte van eigendom verpondings nummer 148 atas nama Rasmani. Surat itu dikeluarkan oleh Dewan Kehakiman Pemerintah Hindia Belanda tanggal 15 Juli 1938. (Arief)

Posting Komentar