Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa Kasi Evaluasi dan Pelaporan Bidang Pertambangan Dinas ESDM Pemprov Jatim saat persidangan. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Sidang dalam perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) atas kasus Pungutan Liar (Pungli) izin tambang di Kabupaten Lumajang senilai Rp30 juta yang menyeret Kepala Sesi (Kasi) Evaluasi dan Pelaporan Bidang Pertambangan Dinas ESDM Pemprov Jatim, Kholiq Wicaksono digelar diruang sidang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Jumat (1/2/2019).

Terdakwa Kholiq Wicaksono memasuki ruang persidangan dengan memakai baju hem warna biru nampak seksama mengikuti sidang pertamanya dengan agenda pembacaan dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya, Fery Rachmat SH., dalam dakwaannya Jaksa menyampaikan, terdakwa didakwa dengan pasal 12 huruf e dan pasal 11 tentang undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) serta pemerasan.  

"Terdakwa didakwa dengan pasal 12 huruf e dan pasal 11 undang-undang Tipikor,"ucap, JPU Fery Rachmat SH pada memojatim usai persidangan.

Sementara diwaktu yang sama Jefry Simatuphang SH. MH., selaku tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa Kholiq Wicaksono mengatakan, pada dasarnya itu adalah hak Jaksa, cuman kita juga punya hak untuk melakukan esepsi atau nota keberatan pada sidang berikutnya.

"Kita akan lakukan esepsi atau nota keberatan, kita minta waktu dua minggu untuk menyampaikan nota keberatan,"terang, Jefri Simatuphang Penasehat Hukum terdakwa.

Masih lanjut Jefry, cuman yang kita permasalahkan nantinya adalah yang ngasih duit kemana ini sekarang. Menurutnya, si pemberi uang atas peristiwa OTT tersebut tidak ada atau tidak ditangkap, sehingga pihaknya menilai bahwa ini setingan.

"Kita akan buktikan ini setingankah atau bagaimana kok yang nyuap gak masuk,"tegasnya.

Sekedar diketahui terdakwa Kholiq Wicaksono Kasi Evaluasi dan Pelaporan Bidang Pertambangan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Jatim, diamankan pihak Polda Jatim karena kedapatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) uang sebesar Rp30 juta pada akhir bulan Desember 2018 lalu atas Pungli perijinan tambang dari Nurul Andini seorang pengusaha tambang yang berlokasi di sungai Regoyo Desa Gondoroso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang Jawa Timur. (Arief)

Posting Komentar