Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : 6 User perumahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolresta Sidoarjo. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Dari 15 user perumahan korban penipuan PT AZS, enam orang menjalani pemeriksaan di ruang Unit Harda Polresta Sidoarjo, pada hari Rabu (20/2/2019). Mereka diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dugaan tindak pidana penipuan.

Tim kuasa hukum korban penipuan perumahan PT Alisa Zola Sejahtera (AZS) yang berlokasi di Kecamatan Sedati, Sidoarjo, H Abdul Malik SH MH mengapresiasi langkah hukum yang tengah diambil Polresta Sidoarjo. "Laporan polisi dari korban ditindaklanjuti penyidik. Ini patut kita apresiasi. Penyidik Polresta Sidoarjo tidak tebang pilih dalam menangani perkara dugaan tindak pidana," ujar Abah Malik, sapaan akrab pengacara yang juga tercatat sebagai Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Timur ini.

Menurutnya, sejauh ini tim penyidik Unit Harda Polresta Sidoarjo sudah melakukan upaya maksimal. "Terbukti, penanganan perkara ini sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan," ujar Abah Malik ditemui memojatim setelah mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Salah satu user yang diperiksa penyidik, Gany Setyo (35), warga Sedati, mengaku sangat kecewa dengan pengembang PT AZS. Pasalnya, yang dijanjikan pengembang hingga sekarang tak kunjung ada kepastian. Bahkan progresnya pun tidak ada. "Kita juga menanyakan kejelasannya. Sebab, progres yang dijanjikan di tahun 2017 tak ada kejelasan sampai sekarang," ujarnya.

Gani menambahkan, harga rumah per-unit sekitar Rp 200 juta lebih.  Seharusnya pembeli sudah menerima penyerahan hak tersebut. Namun kenyataannya, lokasi yang rencana akan dibangun perumahan sampai sekarang masih berupa rawa-rawa. "Di awal kita sudah serahkan DP Rp25 juta. Per bulan kita mengangsur Rp2,8 juta,"pungkasnya. (Arief)

Posting Komentar