Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : tiga terdakwa Sahri Mulyo, Sutrisno dan Agung Prayitno dalam persidangan. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Bupati Tulungagung non aktif Sahri Mulyo kembali duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya pada hari Kamis (14/2/2019). Sahri Mulyo tidak duduk sendiri melainkan dengan terdakwa lainya yakni, mantan Kadis PUPR, Sutrisno dan Agung Prayitno (pihak swasta) ketiga terdakwa nampak tenang saat mendengarkan sidang dengan agenda pembacaan putusan oleh Majelis Hakim yang di Ketuai Agus Hamzah tersebut. Ruang sidangpun juga dipenuhi oleh relawan dari Bupati non aktif yang merupakan kader PDI P Tulungagung.

Dalam pembacaan putusan Majelis Hakim memvonis tiga tedakwa dengan hukuman yang berbeda. Ketua Majelis Hakim Agus Hamzah saat membacakan putusan menyampaikan bahwa, terdakwa 1, 2, dan 3 telah terbukti bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi melanggar sebagaimana dalam pasal 12 huruf b dan pasal 11 Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Bahwa memutuskan menjatuhkan hukuman pada terdakwa 1 Sahri Mulyo berupa pidana 10 tahun penjara dengan denda sebesar Rp700 juta rupiah, dengan ketentuan bilamana tidak dibayar maka digantikan hukuman pidana selama 6 bulan serta ditambah dengan pidana tambahan pada terdakwa 1 untuk mengembalikan uang pengganti sebesar Rp28.806.000.000.00 (dua puluh delapan miliar delapan ratus enam juta rupiah) kalau tudal dibayar maka kurungan ditambah 2 tahun dan mencabut hak politiknya selama 5 tahun.

"Menjatuhkan hukuman pada terdakwa 1 Sahri Mulyo selama 10 tahun penjara,"tegas Ketua Majelis Hakim, Agus Hamzah.

Masih lanjut Agus Hamzah, menjatuhkan hukuman berupa pidana pada terdakwa 2 Sutrisno 10 tahun penjara denda Rp600 juta dengan ketentuan bilamana tidak dibayar maka kurungan ditambah 6 bulan serta diwajibkan mengembalikan uang pengganti sebesar Rp71.526.611.000.00 (tujuh puluh satu miliar lima ratus enam juta enam puluh satu rupiah) apabila tidak dibayar maka kurungan ditambah 3 tahun.

"Terdakwa 2 dijatuhi hukuman 10 tahun denda Rp600 juta,"ucapnya.

Sementara untuk terdakwa 3 Agung Prayitno, Ketua Majelis Hakim menvonis hukuman pidana selama 5 tahun denda Rp350 juta bila tidak dibayar maka kurungan pidana ditambah 6 bulan.

Untuk diketahui, Kasus suap ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Syahri Mulyo sempat buron setelah ditetapkan sebagai tersangka. 

Syahri Mulyo telah beberapa kali menerima suap dari Susilo Prabowo sudah divonis lebih dulu (berkas berbeda), bos kontraktor yang kerap memenangkan proyek di Pemkab Tulungagung sejak 2014-2019.

Pemberian suap itu diberikan Susilo melalui Agung Prayitno dalam beberapa tahap. Pertama, Rp 1 miliar, kedua Rp 500 juta dan pemberian ketiga sebesar Rp 1 miliar. Namun, dipemberian suap yang  ketiga itulah KPK lebih dahulu melakukan OTT terhadap Agung Prayitno dan Susilo sebelum menyerahkan uang itu ke Syahri Mulyo.@rief


Posting Komentar