Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : pelaku diapit oleh petugas saat diamankan di Mapolsek Tandes. (Arief,memo)

Surabaya-Memo. Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tandes, Polrestabes Surabaya bekuk pelaku penipuan pada hari Selasa (11/12/2018) lalu. Pasalnya, pelaku Moh Rizal (23) warga Tambak Wedi Baru, Surabaya telah menipu korban Suyono (41) warga Balongsari, Surabaya puluhan juta rupiah.

Sebelumnya palaku dalam menjalankan aksinya mendatangi korban dengan mengaku sebagai Calon Legelastif (Caleg) DPR RI dari partai Perindo Dapil I Surabaya-Sidoarjo pada hari Sabtu (1/12/2018) sekitar pukul 10:00 wib. Kepada korban pelaku juga menawarkan akan memberikan bantuan pembangunan pavingisasi dan pembangunan gedung serba guna.

Selanjutnya, sekitar pukul pukul 19:00 wib. Seorang bernama H Syafii menghubungi korban dan mengaku sebagai orang tua pelaku Moh Rizal dan menjelaskan bahwa minta  dukungan bila anaknya (Moh Rizal) butuh sejumlah uang agar dikasih.

Kapolsek Tandes Kompol Suminto pada memojatim membenarkan bahwa anggotanya telah mengamankan pelaku penipuan, pelaku secara berturut-turut sampai dengan tanggal 11 desember 2018 pelaku meminta sejumlah uang kepada Korban mulai  Rp 1.000.000, Rp 2.000.000. Rp 500.000. Rp 6.000.000. Rp 3.000.000. 12.000.000 dan seterusnya sampai terkumpul seluruhnya total sejumlah Rp. 74.200.000. Pelaku juga berjanji pada korban akan mengembalikan bila orang tuanya kembali ke Surabaya.

"Modus pelaku mengaku sebagai Caleg DPR RI dan berpura-pura minta dukungan dengan meminta sejumlah uang pada korban,"terang, Kompol Suminto pada hari Kamis (15/12/2018).

Masih lanjut Suminto, setelah itu korban curiga dan melaporkan perkara ini ke Polsek Tandes dan berhasil memancing pelaku untuk datang kembali dan diamankan oleh petugas.

"Sebagai barang bukti petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa uang 1 juta dan 1 Handphon,"ungkap, Kompol Suminto.

Atas perbuatanya kini pelaku terancam pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman kurungan diatas 5 tahun penjara. (Arief)

Posting Komentar