Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : 10 saksi dihadirkan dalam sidang atas 2 terdakwa Sugiharto dan Ita Purihandayani. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Sidang lanjutan dalam perkara dugaan korupsi dana hiba anggaran tahun 2015 Kabupaten Jember Jawa Timur yang menyeret dua terdakwa yakni Sugiharto sebagai mantan Sekertaris Daerah (Sekda) dan Ita Purihandayani selaku Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kabupaten Jember itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gabungan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menghadirkan 10 saksi yang terdiri dari unsur legislatisif dan eksekutif pada hari Kamis (20/12/2018).

Sidang yang digelar diruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya dijalan raya Juanda Sidoarjo itu berjalan alot. Pasalnya, dari 10 saksi yang dihadirkan 3 saksi yakni Sigit (timgar), Agus (DPRD/Banggar) dan satu dari unsur eksekutif mendadak amnesti (lupa). Hal tersebut diketahui setelah melalui rangkaian beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh Jaksa sama Hakim  ketiganya sering diam dan menjawab tidak tau.

Sehingga memicu Majelis Hakim jengkel. Selain itu keterangan ketiga saksi ini juga berbelit-belit hingga persidangan berjalan lama. Ketiganya kompak mengaku tidak pernah mengikuti acara rapat pembahasan anggaran APBD 2015. Apakah saudara saksi pernah mengetahui atau ikut dalam rapat pembahasan anggaran yang diusulkan? ketiga saksi menjawab, tidak tau dan lupa.

"bagaimana saudara tidak tau sebagai tim anggaran,"ucap, Ketua Majelis Hakim Agus Hamzah SH. MH. itu dengan nada marah.

Sementara pada saksi yang lain menyebutkan pada saat rapat pembahasan anggaran 2015 tersebut dihadiri oleh semua anggota Tim Anggaran (Timgar) dari unsur eksekutif dan Badan Anggaran (Bangar) dari unsur legislatif.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Hardian Radian SH saat ditemui usai persidangan menyampaikan, pihaknya akan melakukan penyidikan kembali untuk memperkuat kembali didalam pembuktian dengan memeriksa unsur pimpinan dewan dan perima hiba.

"Kita akan melakukan penelusuran kembali dengan memeriksa unsur pimpinan dewan dan penerima hiba,"ucap, JPU Hardian Radian pada memojatim.

Saat disinggung apakah ada indikasi tambahan tersangka baru dalam perkara ini, Jaksa berpostur tinggi besar itu kembali mengatakan, masih mengalisa persidangan kita menunggu tim dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. @rief

Posting Komentar