Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jatim AKBP Daniel Tulak didampingi Wadirsus AKBP Arman Asmara dan Kasubdit  Siber AKBP Harissandi saat pamerkan tersangka. (Arief,memo)

Surabaya-Memo. Subdit  Siber, Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jatim AKBP Daniel Tulak didampingi Wadirsus AKBP Arman Asmara dan Kasubdit  Siber AKBP Harissandi, AKP Dedy pada hari Senin (10/12/2018) pamerkan hasil ungkap pelaku ITE dan penipuan dengan modus operandi melakukan penipuan dengan menggunakan lambang United States Consulate General di Surabaya dengan membuat akun Whatsapp yang menampilkan foto berinisial BN dan  mengatasnamakan BN (Ex Staf HRD United States Consulate General).

Selanjutnya pelaku menghubungi korban dan menawarkan bahwa United States Consulate General di Surabaya membuka lowongan pekerjaan, dan apabila korban bersedia untuk melamar pekerjaan tersangka meminta persyaratan antara lain: Fotocopy dan dokumen asli Sertifikat Welding, Dua foto ukuran 3x4 dan Biaya administrasi USD188 atau Rp. 2 juta untuk keperluan sepatu safety, seragam (2 celana panjang dan kemeja), kacamata safety, helm safety.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jatim AKBP Daniel Tulak mengatakan, tindak pidana ITE yang dilakukan tersangka berupa manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan informasi elektronik dan atau dokumen elektronik dengan tujuan agar seolah-olah data yang otentik serta penipuan.

"Pelaku memanipulasi data agar seolah-olah terlihat otentik,"ungkap, AKBP Danil Tulak pada media.

Masih kata AKBP Danil Tulak, tetapi setelah korban memenuhi persyaratan dan membayar lunas biaya administrasi tersebut yang dikirim melalui nomor rekening milik Tersangka (rekening bank BCA) hingga saat dilakukan penangkapan informasi tentang diterima atau tidaknya sebagai pegawai tidak ada (penipuan).

Dari hasil ungkap ini petugas berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) berupa, pelaku Joko Susilo (37) warga Sememi Jaya Utara, Surabaya dan sarana aksi yakni telepon seluler merk Samsung tipe Galaxy J1 model SM-J100H warna putih, telepon seluler merk strawberry model ST22 warna hitam beserta 2 kartu SIM axis warna putih dengan S/N 896211534147427261-7 dan 896211524469313599-7 dan kartu debit paspor BCA warna biru.

Kini atas perbuatannya pelaku bakal terancam pasal  35 Jo Pasal 51 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan diatas 5 tahun penjara. (Arief)

Posting Komentar