Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Lima terdakwa saat dihadirkan dipersidangan Pengadilan Negeri Tipikor. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan dalam kasus korupsi Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) Surabaya kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya dijalan raya Juanda, Sidoarjo pada hari Senin (5/11/2018). Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Syafrudin SH menyatakan bahwa, meminta Hakim pengadilan pidana korupsi Surabaya selaku yang memeriksa perkara ini untuk memutuskan satu dan menyatakan terdakwa 1 Suheri, terdakwa 2 Ashar Maulana, terdakwa 3 Ali Sihab, dan terdakwa Filipus Sudarsono, serta terdakwa Bambang Parikesit secara jelas bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana pasal 2 ayat 1 Juncto pasal 4 tentang tindak pidana korupsi, dan ditambah dengan uu korupsi tahun 2001 tentang perubahan uu tahun 1999 tentang dakwaan primer.

Menuntut terdakwa Bambang Parikesit Empat (4) tahun denda Rp100 juta subsider Tiga bulan kurungan, dan uang pengganti Rp 13 miliar 400 juta, apabila harta benda tidak ada maka diganti dengan kurungan pidana Satu (1) tahun Sembilan (9) bulan.

Sedangkan terdakwa Filipus dituntut Dua (2) tahun denda Rp100 juta subsider Tiga (3) bulan kurungan. Sedangkan untuk terdakwa Suheri, Ashar Maulana, dan Ali Sihab dituntut Satu (1) tahun Sembilan (9) bulan denda Rp100 juta subsider Tiga (3) bulan kurungan.

"Terdakwa Filipus dan terdak Suheri, Ashar Maulana, Ali Sihab tidak ada uang pengganti karena yang menikmati adalah terdakwa Bambang Parikesit," terang, JPU Syafrudin pada memojatim usai persidangan.

Perlu diketahui kasus korupsi ini .menyeret Mantan Plt Dirut PDPS, Bambang Parikesit dan tiga pejabat Koperasi Karyawan (Kopkar) PDPS  serta pejabat BRI sebagai pesakitan. 

Tiga pejabat Kopkar PDPS itu adalah Suheri, Ali dan Azhar. Sementara pejabat BRI yang turut diadili adalah Filipus yang menjabat sebagai Kacab BRI Mulyosari. 

Lima terdakwa tersebut dituntut dengan dakwaan berkas terpisah, mereka terlibat dalam kasus korupsi kredit macet yang dicairkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Mulyosari sebesar Rp 13,4 miliar untuk kepentingan operasional PDPS dengan menggunakan bendera Kopkar PDPS. @rief

Posting Komentar