Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : pelaku saat memperagakan terjadinya pembunuhan. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Guna mengungkap secara detail kasus pembunuhan yang menewaskan Nikko Dwi Anggrian (22), warga Desa Klantingsari RT 06 RW 2, Kecamatan Tarik, Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan reka ulang kasus pembunuhan yang dilakukan oleh  Andri Siswandoyo (34), warga Desa Kemuning, Kecamatan Tarik, pada hari Kamis (8/11/2018).

Rekonstruksi ini dilakukan untuk mengungkap dan memperjelas aksi tersangka yang dimungkinkan luput dalam penyelidikan kasus pembunuhan di jalan tuang Mergosari Kecamatan Tarik, Sidoarjo tersebut.

Di lokasi, tersangka diminta memperagakan sejumlah adegan yang terkait aksi pembunuhan yang dilakukannya pada Minggu (14/10/2018) lalu itu. Tak hanya tersangka, sejumlah saksi seperti rekan korban yang sempat mengetahui aksi tersebut juga ikut melakukan reka adegan. 

Ada 19 adegan yang diperagakan, mulai dari tersangka mengejek korban dengan cara 'mbleyer' sampai tersangka meninggalkan korban tergeletak.
"Total ada 19 adegan diperagakan tersangka," terang, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol M Harris.

Kendati demikian, saksi kunci Nia, yang merupakan pacar tersangka tidak nampak dalam reka ulang tersebut. Perannya digantikan oleh anggota kepolisian sebagai pemeran pengganti. "Nia belum bisa ikut reka ulang karena masih sakit, belum bisa jalan," sambung Harris.

Lebih jauh Harris memaparkan, dari 19 adegan yang diperagaakan didapati kesimpulan yang tidak terlalu jauh dari hasil penyelidikan yang telah dilakukan sebelumnya. "Semua adegan sudah sesuai dengan keterangan saksi dan tersangka yang sudah diperiksa," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Andri Siswandoyo bersikukuh jika aksi pembunuhan yang dilakukannya adalah spontan. "Nggak ada rencana, karena saya membela diri. Saya diejek," dalih, pria yang tubuhnya penuh tato tersebut. @rief

Posting Komentar