Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Nurul Dholam duduk dikursi pesakitan. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Sidang agenda esepsi perkara korupsi dana kapitasi Jasa Pelayanan (Jaspel) Kesehatan Kabupaten Gresik dengan menjadikan Nurul Dholan sebagai terdakwa selaku Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Gresik.

Dalan esepsinya terdakwa Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gresik, Nurul Dholam melalui Penasehat Hukum (PH) nya, Adi Sutrisno SH menyatakan,
bahwa surat dakwaan Jaksa Obscuur Libel (Dakwaan kabur) sesuai ketentuan pasal 143 ayat (2) huruf b dan ayat (3) KUHAP diatur surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum haruslah memenuhi syarat-syarat antara lain : a. Syarat formal yaitu, surat dakwaan harus menyebutkan  identitas lengkap terdakwa/tersangka serta bahwa surat dakwaan harus diberi tanggal dan ditandatangani oleh Jaksa Penuntut Umum. Syarat materil : bahwa surat dakwaan harus memuat dan menyebutkan waktu, delik dilakukan.

"Kemudian surat dakwaan haruslah disusun secara cermat, jelas dan lengkap tentang tindak pidana yang didakwakan,"ucap, Adi Sutrisno dalam persidangan hari Selasa (27/11/2018) diruang Cakra Pengadilan Negeri Tipikor jalan raya Juanda Sidoarjo.

Diujung pembacaan pembelaannya Adi Sutrisno juga mengatakan, pihaknya keberatan hanya terdakwa yang dijadikan terdakwa tunggal dalam perkara penyimpangan dana kapitasi Jasa Pelayanan (Jaspel) Kesehatan yang merugikan keuangan negara sebesar Rp2.451.370.985 (dua miliar empat ratus lima puluh satu juta tiga ratus tujuh ribu sembilan ratus delapan puluh lima rupiah). Dari laporan hasil perhitungan Auditor Asisten Pengawas Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Menanggapi esepsi terdakwa tersebut saat ditemui memojatim Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gresik, Andrie Dwi Subianto menyampaikan, itu versinya penasehat hukum, kalau esepsinya itu sudah masuk pokok perkara, karena tidak ad hubunganya dengan pasal 55 dan terdakwa juga memahami.

"Kalau yang kami usut cermat dan mengkafer dan terdakwa sudah memahami,"tutur, Kasi Pidsus Adrie Dwi Subianto pada akuratnews usai persidangan.

Lebih jauh Andrie menambahkan, kami akan membuktikan semuanya dalam persidangan semua.

"Kami akan patahkan semua itu esepsi terdakwa pada persidangan berikutnya. Bahkan kita sudah siapkan 10 sampai 80 saksi dalam sidang yang akan datang." pungkasnya. @rief

Posting Komentar