Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa mantan Kades Kragan saat mendengarkan putusan Hakim. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Terdakwa Facktur Rohman mantan Kades Kragan, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo hanya tertunduk saat mendengarkan surat putusan yang dibaca Hakim. Sidang yang digelar diruang Cakra Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya pada hari Selasa (13/11/2018) dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Wiwin Arodawanti SH. MH., itu menjelaskan bahwa, Facktur Rohman sebagai Kepala Desa Kragan selama menjabat berdasarkan surat keputusan Bupati dan menerima gaji setiap hulanya sebesar Rp 3.500 (tiga juta lima ratus). Mengungkap bahwa, terdakwa setelah terperiksa dan didakwa dalam persidangan, terdakwa Fathur Rohman bertanggung jawab atas perbuatanya.

Pada pembacaan putusan Hakim juga menerangkan secara detail bahwa, terdakwa Fathur Rohman bagaimana Pungutan Liar (Pungli) itu dilakukan oleh terdakwa. Sampai saksi Samsul Arifin selaku (pembeli) dan saksi Khalim selaku (penjual) lahan berupa tanah seluas 300 M2 tersebut. Menimbang bahwa, terdakwa memungut 5% dari nilai harga jual beli tanah sebesar Rp 350 juta pada saksi Khalim dan saksi Samsul Arifin, padahal sebelumnya belum pernah disampaikan peraturan potongan 5% itu di Kecamatan Gedangan. Unsur menguntungkan diri sendiri dan unsur memaksa meminta sesuatu untuk dirinya sendiri terpenui.

Ketua Majelis Hakim Wiwin Arodawanti memutuskan bahwa, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pungutan sebagai mana pasal 11 undang-undang korupsi, dengan ini memutuskan menghukum  terdakwa Satu (1) tahun penjara denda Rp 50 juta subsider Dua bulan penjara.

"Memutuskan terdawa dengan kurungan penjara 1 tahun denda Rp 50 juta subsider Dua bulan kurungan,"ucap, Ketua Majelis Hakim Wiwin Arodawanti dalam persidangan.

Sementara Hari Kristianto SH dan M Rochmad SH selaku Penasehat Hukum terdakwa menyampaikan, putusan yang telah disampaikan Ketua Majelis Hakim setelah menimbang tadi terdakwa menerima putusan tersebut.

"Setelah menimbang dan seterusnya, hukuman Satu tahun merupakan putusan yang adil menurut terdakwa, maka kami menerima,"pungkasnya. (Arief)

Posting Komentar