Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : pelaksanaan Pendidikan Calon Advocad di gedung Laboratorium FH Universitas Dr Soetomo (Unitomo). (Arief,memo).

Surabaya-Memo. Untuk pertama kalinya Lowyer and Legal melaksanakan Pendidikan Calon Advocad bagi lulusan sekolah tinggi Seterata 1 (S I) fakultas hukum. Kegiatan pelaksanaan Pendidikan Calon Advocad (DIKCA) angkatan pertama (I) itu dimulai sejak hari Sabtu (24/11/2018) dan hari Minggu (25/11/2018) dengan pemateri atau pengajar pakar-pakar hukum dibidangnya seperti Drs. Kholik, SH. MP di., Syahrul Boerman SH. MH., Tuty Rahayu SH., Eny Heri Manik SH., MH., Astri Yuliyanti Monita  Howae SH., MH., CLA., AKBP Sumarji SH., MH., Evy Susantie SH., MH., Yanti P Widianto SH., MH., Prof Agus Yudha Hernoko, S.H., MH. 

Ketua Umum Organiasasi Advokat Perkumpulan Lawyer and Legal Konsultan Indonesia (Lawyer & Legal) Drs. Kholik,SH MPdi saat membuka Pendidikan Calon Advokat (DIKCA) Angkatan I (Pertama) di ruang Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Dr.Soetomo menyampaikan, Kegiatan DIKCA I ini berkerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Dr.Soetomo.

Drs. Kholik,SH MPdi, berpesan kepada 35 calon advokat peserta DIKCA I, supaya selalu memiliki tekad jujur dan berhati mulia. Sebab dengan tekad jujur maka advokat akan tumbuh menjadi advokat profesional.

"Jika advokat tidak memiliki tekad jujur maka akan menjadi Crook. Crokk disini bisa diartikan penipu, bajingan atau kutu busuk. Memang ada benarnya juga. Jika Advokat tidak bertekad jujur maka bisa jadi seperti itu," kata Ketua Umum Lawyer & Legal Drs. Kholik,SH MPdi.

Dalam kesempatan tersebut, Kholik juga menambahkan, materi sejarah profesi/organisasi Advokat, Dasar Hukum tentang Advokat, Sistem Operasional Advokat dan Pengelolahan Operasional Advokat dengan suasana penuh keakraban dan canda.

Menurutnya, belajar tidak selamanya dalam bentuk situasi yang serius dan tegang, tetapi bisa dikemas dalam bentuk yang menyenangkan. Dengan demikian, proses belajar akan berjalan dengan menyenangkan tanpa rasa tekanan. Baik pemateri maupun peserta didik akan menikmati suasana tapi tidak terlepas dari esensi pembelajaran.

Lanjut Kholik, di era baru ini pembelajar diharapkan menjadi seorang yang penuh kreativitas, inovatif dan mandiri sehingga mampu untuk menghadapi perubahan-perubahan. Tujuan pendidikan dan pelatihan bukan untuk menciptakan manusia pembelajar yang hanya mampu mengatasi masalah secara "naluriah" terhadap pekerjaan yang berifat rutin dan monoton, tetapi diharapkan mampu mencetak SDM aparatur yang peka terhadap perubahan dan tantangan, sekaligus mampu melakukan perubahan (change) yang bersifat sistemik.

"Penciptaan suasana yang menyenangkan tidak dapat dimaknai harus dilakukan dengan penuh keseriusan. Tetapi ada waktu dan tempat yang harus benar-benar serius,"ujarnya.

Sementara peserta DIKCA nampak semangat saat Tutor pemateri Tuty Rahayu SH memasuki ruangan dengan memberikan materi Impelemtasi Hukum Perdata dan Study Kasus dengan sub thema Tehnik Membuat Gugatan, Hukum Pembuktian, Tehnik Membuat Jawaban dan Rekonvensi.

"Tapi yang paling penting seorang Advocad jangan pernah menolak klaen, apapun perkaranya,"tutur, mantan finalis model Wajah Remaja Surabaya, Tuty Rahayu SH yang kini berkecimpung dibidang hukum pada memojatim hari Minggu (25/11/2018).

Sementara, susunan panitia DIKCA I Lawyer & Legal yakni, sebagai Ketua Panitia dipercayakan  kepada Astri Yulianti Monita Huwae, SH.MH.CLA,Wakil Ketua, Ratno Tismoyo, SH, Sekretaris, Eny Heri Manik, SH.MH, Wakil Sekretaris, Yanti Purwani Widianto, SH.MH, anggota Dito, SH, Evy Susantie, SH.MH, Tuty Rahayu, SH, Tjandra Wijaya, SH, Lyndia, Kristanti, SH, Sukisno Budiyuwono, SH, Reno Christiana, SH dan Nidya Verawati Sondang Tambunan, SH. (Arief)

Posting Komentar