Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa mantan Kades Kedungmaling Kukuh Suwoko saat duduk dikursi pesakitan. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Sidang dalam perkara korupsi yakni, penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2016 Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur itu menyeret Kukuh Suwoko selaku kepala desa menjadi terdakwa. Dalam prosesnya Kukuh Suwoko diketahui kedatapatan memalsukan sejumlah dokumen yakni, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) fiktif terkait proyek pembangunan diwilayahnya.

Sidang yang digelar diruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, jalan raya Juanda, Sidoarjo pada hari Senin (12/11/2018) itu dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim I Wayan Sosiawan dengan agenda saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto. Berikut Dua orang saksi ahli yang dihadirkan oleh Jaksa, saksi ahli Abd Muis (Inspektorat) dan saksi Lusi Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), dan Empat saksi lainya.

Dari keterangan saksi ahli terungkap bahwa terdakwa telah membuat Laporan Pertanggung Jawaban palsu terkait sejumlah proyek pembangunan di wilayah Desa Kedungmaling sehingga mengakibatkan kerugian uang negara senilai sekitar Rp 223 juta.

"Pada saat dilakukan pemeriksaan  ditemukan kerugian negara sekitaran Rp 223 juta,"terang, Abd Muis saksi ahli dari Inspektorat Kabupaten Mojokerto dalam persidangan.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, Erfan SH menyatakan, dalam fakta persidangan tadi ada keterangan saksi ahli pihak yang mengarah ke kasus sebelumnya, cuman tetap kami kordinasikan pada pimpinan. Untuk terdakwa kami kenakan pasal 2, pasal 3 dan pasal 14 undang - undang tipikor.

"Terdakwa kami kenakan pasal 2, pasal 3 dan pasal 14 undang - undang tipikor," tutur, Jaksa, Erfan SH pada memojatim usai persidangan. (Arief)

Posting Komentar