Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Syamsul Arifin cium tangan Jaksa KPK usai persudangan. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Mantan Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Pemprov Jatim, Syamsul Arifin berbaju putih lengan panjang duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya dijalan raya Juanda Sidoarjo pada Senin (26/11/2018).

Sidang yang digelar diruang Candra dengan agenda putusan dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Rochmad SH. MH., mengatakan, Satu menetapkan saudara Syamsul Arifin selaku pelaku utama dan memutuskan saudara dengan hukuman 1 tahun 3 bulan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan, dengan tetap ditahan dikurangi masa tahanannya.

"Memutuskan saudara terdakwa Syamsul Arifin dengan hukuman 1 tahun 3 bulan denda 50 juta subsider 2 bulan," ucap, Ketua Majelis Hakim Rachmad SH. MH., pada sudang putusan yang digelar diruang Candra hari Senin (26/11/2018).

Ketua Majelis Hakim, Rachmad juga menyatakan, hal - hal yang meringankan terdakwa bahwa, terdakwa selama jalannya proses hukum telah korperaktif, mempunyai tanggung jawab keluar dan tidak pernah ditahan.

Sementara Jamal Abdul Nasir selaku Penasehat Hukum (PH) terdakwa mengamini putusan yang dibacakan Majelis Hakim, terdakwa langsung menerima hasil putusan yang dibacakan Majelis Hakim, walau sempat diarahkan untuk kordinasi dengan penasehat hukumnya. Namun, tedakwa langsung menerima.

"Terdakwa menerima, kami tidak bisa mengambil upaya hukum lagi. Tinggal menunggu tadi dari Jaksa KPK yang masih pikir-pikir," ucap, Jamal Abdul Nasir pada memojatim usai persidangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus suap ini diungkap oleh KPK melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT).  Suap itu diberikan terdakwa Syamsul Arifien pada 13 Mei 2018 lalu. Sebelumnya, ada 7 orang lainnya yang sudah ditetapkan sebagai terdakwa dari unsur DPRD dan Pemprov Jatim.

Tujuh orang itu adalah Ketua Komisi B DPRD Jatim Mochammad Basuki, Staf DPRD Jatim Rahman Agung dan Muhammad Santoso, anggota DPRD Jatim Mohammad Kabil Mubarok, Kepala Dinas Pertanian Jatim Bambang Heriyanto, PNS Dinas Pertanian Jatim Anang Basuki Rahmat dan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim Rohayati. Mereka telah divonis oleh Pengadilan Tipikor Surabaya. @rief

Posting Komentar