Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : dua terdakwa Fransiska Daris dan Winarti Utami saat mendengarkan dakwaan. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Malang harus duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Tipikor (Tipikor) Surabaya dijalan raya Juanda, Sidoarjo pada hari Jumat (9/11/2018). 

Kedua tedakwa Fransiska Daris yang merupakan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, dan terdakwa Winarti Utami seorang Bendahara Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang Jawa Timur, disidangkan karena dinilai telah melakukan tindak pidana korupsi dengan berbuat penipuan kredit fiktif senilai Rp 3,5 miliar.

Keduanya mengajukan 22 debitur ke Bank Saudara, Kota Batu, Jalan Brantas No.49 B. Tiap debitur mengajukan kredit rata-rata Rp 170 juta. Sejak Juli 2014 kredit macet, diketahui jika terdakwa Fransiska Daris juga telah memalsukan Surat Keputusan (SK) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dijadikan jaminan.

Tim Pidana Khusus (Pidsus) Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, yang terdiri dari Adam Purbo SH, Ade Elvi SH, dan Boby SH saat menyampaikan surat dakwaan menyatakan, kedua terdakwa Fransiska Daris dan Winarti Utami terbukti dengan sengaja dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi yang disebut dalam UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No 20 tahun 2001 pasal 2 dan pasal 3 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Terdakwa diancam dengan pasal 2 dan pasal 3. Sedangkan pemalsuan itu hanya modusnya saja,"tutur, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Adam Purbo usai persidangan pada memojatim diruang Cakra.

Usai mendengarkan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum, sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim I Wayan Sosiawan SH. MH. menanyakan pada terdakwa apakah memahami isi surat dakwaan yang disampaikan oleh Jaksa, "apakah saudara terdakwa mengerti apa yang dibacakan Jaksa?,"tanya, Ketua Majelis Hakim I Wayan Sosiawan pada terdakwa dan dijawab, mengerti pak Hakim oleh kedua terdakwak. Untuk berikutnya sidang ditutup dan selanjutnya sidang kembali digelar pada pekan depan dengan agenda tanggapan dari terdakwa. @rief

Posting Komentar