Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : pelaku saat digelandang di Mapolresta Sidoajo. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo ungkap kasus pencabulan terhadap anak, sebut saja korban Bunga (10) nama samaran ini masih berstatus siswi Sekolah Dasar (SD) di daerah Waru, Sidoarjo.

Tersangka yang diketahui bernama M. Sholeh (55) warga Desa Sambibulu, Kecamatan Taman, Sidoarjo tegah mencabuli Bunga karena bergairah melihat kacantikan anak yang masih dibawah umur itu hingga menggerayanginya sampai Lima kali.
Perbuatan bejat pelaku terungkap setelah pihak orang tua korban datang dan melaporkan ke Polresta Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji melalui Kasat Reskrim Kompol Muhammad Haris membenarkan hal tersebut, aksi pelaku dilakukan di bangunan bekas toilet tidak jauh dari tempat sekolah korban, dengan menggerayangi payudaranya dan celananya dipelorot hingga terlihat bugil. Di situ pelaku menggesek-gesekkan (maaf) alat vitalnya ke vagina korban dalam posisi berdiri berhadapan.

"Aksi bejat itu pertama kali dilakukan pelaku saat Agustus 2018 lalu di toilet tidak terpakai di dekat sekolah korban," ungkap, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol M Harris, pada hari Senin (5/11/2018).

Masih lanjut Harris, aksi bejat pelaku tak hanya sekali, karena merasa ketagihan pelaku kemudian mengulangi perbuatannya. Modusnya korban diiming-imingi dengan mainan handphone.

Setelah itu, pelaku yang diketahui belum menikah alias bujang lapuk itu kembali melakukan perbuatan cabul dengan menggerayangi dan memegangi payudara dan alat vital korban. Korban juga selalu menolak saat pelaku memasukkan tangannya ke rok korban dan lari menghindar. "Pelaku juga bilang ke korban agar perbuatannya tidak diberitahukan ke orang lain," terang, Haris pada media.

Sementara Kanit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Laila Rochmawati menambahkan, pelaku dihadapan penyidik mengaku tidak menikah karena takut tidak bisa menafkahi wanita yang dinikahinya. Namun, pelaku tertarik pada korban karena sering melihat korban saat mengantar air galon dirumah korban.

"Pelaku tak berani nikah takut tidak dapat menafkahi. Tapi perbuatannya malah ngawur dan melawan hukum,"tegas, Kanit PPA AKP Laila Rochmawati.

Kini atas perbuatanya tersangka bakal terancam dijerat dengan Pasal 82 UU RI no. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI no. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. @rief

Posting Komentar