Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Bupati Sidoarjo Saiful Illah saat 
Pembukaan Bursa Inovasi Desa (BID) 2018 di Gedung Tennis Indoor GOR Delta. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Bupati Sidoarjo H. Saiful llah meminta kepada Kementerian Desa untuk menghapus kategori desa tertinggal di Sidoarjo. 

Karena kondisi selain jalannya sudah beraspal, semua desa yang ada di Sidoarjo sudah mendapatkan layanan kesehatan dan pendidikan. 

"Sidoarjo sudah tidak ada desa tertinggal," kata H. Saiful llah disela-sela membuka Bursa Inovasi Desa (BID) 2018 di Gedung Tennis Indoor GOR Delta Sidoarjo Kamis (8/11/2018).

Dalam BID itu, ada sekitar 50 desa se-Sidoarjo pamer inovasi. H Saiful Ilah meminta Kementerian Desa memberikan penghargaan terhadap desa inovatif.
 
"Kami minta desa-desa yang inovatif diberi penghargaan. Karena Sidoarjo banyak desa yang inovatif," pinta, Saiful llah.

Dalam kesempatan sama, Kepala DPMD-P3A-KB Sidoarjo Moh Ali Imron menjelaskan, pelaksanaan BID ini bagian penting dari implementasi Program Inovasi Desa (PID) untuk menunjang Program Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Desa (P3MD).

Apalagi Bursa Inovasi Desa kali ini, ada 42 video capturing ide inovasi sejumlah desa mewakili 18 kecamatan di Sidoarjo. "Saya berharap capturing ide inovasi Sidoarjo ada yang menjadi menu inovasi tingkat nasional," terang Ali Imron.
 
Sementara itu, koordinator Tenaga Ahli TPP P3MD Sidoarjo, Ulul Azmi menjelaskan, proses BID 2019 terkait kartu ide dan kartu komitmen terkumpul 243 kartu. Total kartu awal yang terekapitulasi TIK ada 243 kartu yang terbagi, 127 kartu ide dan 116 kartu komitmen.
 
"Tim Inovasi Kabupaten (TIK) dan TPID serta TPP P3MD Sidoarjo akan memproses sosialisasi pasca BID agar pemahaman dan transfer pengetahuan terkait PID bisa dimaksimalkan," terang Ulul Azmi. @rief

Posting Komentar