Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : tersangka saat dilandang petugas. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Berawal dari kecurigaan petugas bahwa dikamar kos yang berada di Desa Pekarungan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo itu kerap dijadikan pesta narkoba, ternyata benar petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Sidoarjo menemukan satu poket sabu yang disimpan didalam pembalut perempuan. Tempat kos yang ditepati oleh tersangka Albi Bayusanjaya (24) warga RT 16 RW 05 Jalan Kahuripan I / 182 A, Celep Sidoarjo, beserta istrinya itu kedapatan menyimpan barang haram narkoba jenis sabu saat digeledah oleh petugas pada hari Minggu (7/10/2018).

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji melalui Kasat Narkoba Kompol Sugeng Purwanto pada media, sabu-sabu itu ditemukan polisi setelah polisi datang ke kamar kos tersangka di Desa Pekarungan Sukodono. Namun saat petugas tiba, tersangka tidak ada di tempat. Dalam kos tersebut hanya ada isteri dan teman isteri tersangka. Nyaris saja petugas pulang tanpa membawa hasil tangkapan. Tapi saat keluar kos, beruntungnya petugas melihat ada alat hisap di dalam tong sampah kos tersangka. 

"Kita curiga barang itu (alat hisap red,) milik tersangka. Jadi kita upayakan untuk menggeledah kamar kos tersangka," terang, Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto.

Masih kata Sugeng, untuk mengelabuhi polisi, tersangka menyembunyikan satu poket sabu-sabu tersebut ditaruh dalam pembalut wanita.

"Setelah kami putuskan untuk menggeledah kamar kos tersangka, hasilnya tidak sia-sia. Anggota saya menemukan satu poket sabu yang diselipkan di dalam pembalut isterinya," imbuhnya.

Keputusan polisi untuk tidak segera meninggalkan kos pekerja membawa hasil yang positif. Pasalnya, tidak lama setelah penggeledahan tersangka tiba di kamar kos tersebut.Tersangka, sambung Sugeng, sempat mengelak saat ditanya soal menyimpan sabu-sabu. Begitu barang bukti ditunjukkan, tersangka sudah tak berani mengelak lagi. "Tersangka langsung kami gelandang ke Mapolresta Sidoarjo untuk proses hukum," tegasnya.

Masih lanjut Sugeng, tersangka mengaku jika membeli barang haram tersebut dari seseorang yang bernama Salam ( DPO ). "Ambil barangnya pakai sistem ranjau, jadi tidak tau keberadaan Salam," ungkap, Sugeng pada memojatim.

Kepada petugas, tersangka mengaku awalnya membeli dua poket sabu-sabu. Namun yang satu poket sudah dikonsumsinya sendiri. Satu poket yang disembunyikan tersangka di dalam pembalut wanita itu adalah poket sisa pembelian sebelumnya. "Yang di pembalut adalah sisa pembelian sebelumnya," aku, Albi ditirukan Sugeng.

Namun, saat ditanya apakah istri tersangka ikut menggunakan barang haram yang dilanggar hukum itu Sugeng mengatakan, istri pelaku tidak terlibat hanya kebetulan Barang Bukti (BB) ditaruh di pembalut yang masih baru. @rief

Posting Komentar