Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : mantan Kades Kedungmaling, Kukuh Suwoko saat mengikuti persidangan. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Sidang agenda esepsi mantan Kepala Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kukuh Suwoko yang digelar diruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di jalan raya Juanda Sidoarjo pada hari Senin (15/10/2018). Tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa saat membacakan esepsinya menyatakan bahwa, dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak akurat dan batal demi hukum.

Sebelumnya, Eks Kepala Desa Kedungmaling, Kukuh Suwoko dijadikan terdakwa atas dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) Desa Kedungmaling dengan modus membuat laporan sejumlah proyek  fiktif, sehingga keuangan desa tekor sebesar Rp 223,3 juta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Syarif Simatupang saat dikonfirmasi terkait PH terdakwa keberatan atas dakwaannya menyatakan, itu nanti akan dijawab di persidangan berikutnya.

"Ini kan baru sidang yang pertama, atas keberatan penasehat terdakwa. Nanti kita akan jawab dalam sidang berikutnya esepsi tersebut,"tutur, JPU Syarif Simatupang pada memojatim.

Masih lanjut Syarif, dalam perkara ini tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. Biar proses ini berjalan dulu nanti kita tunggu dalam fakta persidangan.

"Bila ada perkembangan yang pasti kita akan sikapi,"tegasnya.

Terdakwa Kukuh Suwoko diduga menggelapkan keuangan desa tahun 2016 dengan cara membuat laporan fiktif diantaranya pembangunan pengadaan penerangan jalan umum, pembangunan ruang PKK, BPD, LPM, pavingisisasi, bedah rumah dan pembangunan pos kamling. Bahkan, dia nekat meminjam uang dari kas Desa Kedungmaling yang hingga kini tak dikembalikan. Akibatnya terdakwa bakal dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 3 UU RI No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. @rief

Posting Komentar