Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa okunm PNS Dinas Perijinan Kab Sidoarjo, Achamad Anwar saat mendengarkan putusan. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Terdakwa oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pelayanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu  (DPM PTSP) Kabupaten Sidoarjo, Achmad Anwar di vonis 1 tahun 6 bulan denda Rp50 juta subsider 3 bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, di jalan raya Juanda Sidoarjo. Sidang yang digelar diruang Cakra pada hari Selasa (23/10/2018) dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Wiwin Arodawanti SH. MH., menyampaikan putusannya, bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi dengan menyalah gunakan jabatanya sebagai staf DPM PTSP Kabupaten Sidoarjo dengan melakukan Pungutan Liar (Pungli) menerima atau mengurus sejumlah perijinan dengan imbalan atau menerima upah yang diluar ketentuan.

Setelah menyampaikan putusan Ketua Majelis Hakim, Wiwin Arofawanti memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk berunding ke Penasehat Hukumnya, "silakan saudara terdakwa berunding dengan penasehat hukum terdakwa, apakah menerima atau keberatan atas putusan tersebut,"tutur, Ketua Majelis Hakim, Wiwin Arodawanti pada terdakwa.

Usai mendengarkan putusan dan berunding dengan tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Achmad Anwar menyatakan masih pikir - pikir dengan batas waktu tujuh hari sejak dibacakan putusan.

"Saya pikir - pikir yang mulia,"ucap, terdakwa yang ditangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim Pidsus Polresta Sidoarjo itu.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Wahid SH menyatakan, dakwaan pertama pasal 12, yang terbukti dakwaan ke dua dengan pasal 11 huruf (e).

"Semua tuntutan Jaksa semua dikabulkan seluruhnya," terang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Wahid SH saat ditemui usai persidangan. @rief

Posting Komentar