Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Homawan Bayu Aji saat pamerkan pelaku dan barang bukti. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap jaringan bandar dan pengedar pil setan yang biasa disebut pil koplo. Tercatat 28.000 ribu butir berhasil diungkap  dan disita di tiga jaringan yakni, jaringa Waru, Sukodono, dan Taman Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengungkapkan, untuk jaringan Waru pihaknya menangkap tersangka Andrew Sugara alias Andro (30) warga Surabaya yang ngekos di Kampung Bungurasih Timur, Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo dengan Barang Bukti (BB) dari Andro sebanyak 12 bungkus pil koplo yang setiap bungkusnya berisi 1.000 butir pil dobel L alias 12.000 butir pil LL. Serta dua plastik sabu berisi 15,3 gram dan 6,40 gram.

"Pil dobel LL dari tersangka ini yang setiap bungkusnya dipasangi label kertas bertuliskan Vitamin B1. Itu untuk mengelabuhi petugas atau agar tidak dicurigai orang yang melihatnya," ungkap Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji didampingi Kasat Narkoba Kompol Sugeng Purwanto, hari  Senin(15/10/2018) pada media.

Sementara Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto menambahkan, kalau dari jaringan Sukodono, petugas meringkus dua tersangka pengedar. Yakni Aris Siswanto (36), satpam asal Dusun Bogem, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo dan Ananda Reza Siswantoro alias Butak (20), pengangguran asal Puri Indah, Desa Sidodadi, Kecamatan Candi, Sidoarjo.

"Mereka ditangkap saat di rumah kos yang ada di Dusun Bogem. Dari penangkapan itu petugas menemukan empat bungkus pil LL yang masing-masing berisi 1.000 butir, satu bungkus berisi 784 butir LL, tiga bungkus masing-masing berisi 10 butir, dan tiga bungkus masing-masing berisi 50 butir pil LL," ungkap Kasat Reskoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto.

Sedangkan jaringan Sukodono, polisi menangkap Moch Renaldy Putra Effendi, remaja 20 tahun asal Jalan Imam Bonjol, Geluran, Taman, Sidoarjo. Dia ditangkap di depan perumahan Taman Regency saat membawa ember warna hitam yang didalamnya berisi 11 bungkus plastik di setiap bungkusnya berisi 1.000 butir pil LL, alias 11.000 butir pil koplo.
Selain itu juga ditemukan uang Rp 652.000 hasil penjualan pil haram tersebut, dan ada dua bungkus rokok masing-masing berisi 100 butir pil dobel LL.

Sedangkan pelaku dihadapan petugas mengaku, hanya dititipi menjualkan, dengan upah sekitar 20 persen. Setiap seribu butir dijual Rp 1 juta, dirinya kebagian Rp 200 ribu.

"Iya, itu sisa penjualan. Saya ambil di kawasan Suramadu sebanyak 13.000 butir, sudah sempat ada yang terjual beberapa. Kalau laku, uangnya saya transfer," terang, pelaku dihadapat petugas.

Hingga berita ini dibuat petugas terus menelusuri dari mana barang haram yang dilarang hukum didapat oleh tersangka. Sejauh ini diketahui mereka menggunakan jaringan terputus, dengan sistem ranjau saat bertransaksi. @rief

Posting Komentar