Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : AKBP Jusa Nusa Putra menunjukkan barang bukti buku nikah pasangan swinger. (Imanudin,memo)

Surabaya-Memo. Ditreskrimum Polda ungkap sejumlah pasangan mesum di hotel berbintang tiga di Surabaya. Hal tersebut disampaikan oleh Wadireskrimum Polda Jatim, AKBP Juda Nusa Putra saat rilis pada hari Selasa (9/10/2018) dihalaman Mapolda Jatim.

Pasangan nyeleneh ini berhasil diungkap oleh petugas saat mendapatkan dua akun yang tercatat atas nama @ekodok87 dan @pasutri94 aktif menawarkan sek swinger. Dari hasil ungkap petugas mendapatkan tiga pasangan suami istri. Namun, dari tiga pasangan ini hanya satu yang mengkodinir yakni, Eko Hardianto (31) warga jalan Sumbo, Sidodadi, Surabaya.

Wadireskrimum Polda Jatim, AKBP Juda Nusa Putra menyampaikan, modus yang dilakukan tersangka yakni mengajak atau menawarkan pasangan suami istri lain untuk bertukar pasangan. Ajakan ini dilakukan melalui media sosial twitter.

"Kami mendapatkan informasi bahwa akan diadakan party dengan tiga pasangan suami istri sah yang diadakan di salah satu hotel bintang tiga di Surabaya,"ungkap, AKBP Juda Nusa Putra pada media.

Lebih jauh Juda mengungkapkan, salah satu kelompok seks tukar pasangan di Surabaya ini mematok baiya Rp 750 ribu pada setiap pasangan untuk sekali menggelar pesta seks. Selain itu,
kelompok ini selektif dalam memilih partner kegiatan seks menyimpangnya. Aturan wajib yang harus dipenuhi adalah pasangan yang ingin bergabung harus suami istri sah berdasar buku nikah.

"Tersangka mengajak bertukar pasangan bersama di sebuah hotel bintang tiga. Ironisnya, istri tersangka yang sedang hamil ikut dilibatkan," terangnya.

Selain itu aturan untuk bisa bergabung dalam kelompok seks swinger persyaratannya istri harus berusia 22 tahun sampai 29 tahun. Sementara barang bukti yang berhasil diamankan berupa sembilan pakaian dalam, uang tunai Rp 750 ribu, enam lembar buku nikah asli, satu lembar tagihan hotel, dua buah alat kontrasepsi, dan empat telepon genggam. 

Akibat prilaku nyelenehnya tersangka Eko Hardianto bakal dijerat dengan pasal 296 KUHP dan atau pasal 506 KUHP, tentang tindak pidana memudahkan perbuatan cabul dan atau mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan dengan ancaman hukuman pidana empat tahun penjara. (Im/rif)

Posting Komentar