Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Nara Pidana (Napi) Lapas Palu, Sulawesi Tengah, Chemal Apriono saat menyerahkan diri ke Kasi Pembinaan Tahanan Rutan Kelas I Medaeng Surabaya, Achmad Nuri Duka. (Arief,memo)

Sidoarjo-Memo. Nara Pidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Palu, Sulawesi Tengah yang kabur karena gempa bumi dan tsunami pada 28 September 2018 lalu, kini telah menyerahkan diri ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medaeng Surabaya pada hari Senin (22/10/2018) siang sekitar pukul 12:35 wib. Napi Lapas Palu Sulawesi Tengah yakni, Chemal Apriono mendatangi Rutan Kelas I Medaeng Surabaya dan menyerahkan diri ke petugas.

Napi dengan perkara kasus penipuan dan sudah mendapatkan vonis satu (1) tahun delapan (8) bulan ini dihapan petugas menceritakan pelariannya.

Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas I Medaeng Surabaya, Teguh Pamuji melalui Kasi Pembinaan Tahanan, Achmad Nuri Duka membenarkan pihaknya telah mengamankan napi Lapas Palu kabur tersebut, telah diamankan satu napi Lapas Palu Sulawesi Tengah atas nama Chemal Apriono.

"Sesuai intruksi pimpinan bapak Karutan karena kondisi Rutan Medaeng overloud (full) maka napi kami titipkan ke Lapas Kelas II B Delta Sidoarjo," tutur, Kasi Pembinaan Tahanan Achmad Nuri Duka pada memojatim hari Senin (22/10/2018).

Masih kata Duka, sekarang ini dengan dikawal oleh petugas Napi Lapas Palu sedang dikirim perjalanan ke Lapas Delta Sidoarjo.

"Setelah kami mintai keterangan (intrograsi), napi langsung kami kirim ke Lapas Delta Sidoarjo,"pungkasnya.

Peristiwa gempa bumi berkekuatan 7,4 Mw dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah yang menyebabkan lebih dari dua ribu korban jiwa itu juga menghancurkan puluhan ribu rumah dan gedung. @rief

Posting Komentar